Berniat Bayar Bengkuang, Anggota TNI Ditembak Oknum Polisi

Masalah penembakan terhadap dua anggota TNI oleh oknum polisi di OKU Timur, Sumsel, disebut sudah diselesaikan. CNN Indonesia/Hafidz)

Sketsanews.com, Palembang – Seorang oknum anggota Polri menembak seorang anggota TNI diduga karena salah paham usai membeli bengkuang di Tunggul Desa Bandar Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Senin (10/6) petang.

Berdasarkan informasi dihimpun, dua orang anggota TNI, yakni Sersan Dua YA anggota Kesatuan Denpom Jaya I dan Prajurit Satu RA yang merupakan anggota Denjaka Marinir Cilandak, mulanya membeli bengkuang di lokasi kejadian. Namun, mereka langsung meninggalkan lokasi tanpa membayar.

Di tengah perjalanan, keduanya ingat bahwa mereka belum membayar bengkuang yang dibelinya tersebut. Keduanya pun kemudian kembali ke kios penjual bengkuang tersebut untuk membayar. Namun saat tiba, Brigadir F, anggota Polres OKU Timur, sudah berada di lokasi dan mengetahui bahwa keduanya belum membayar.

Brigadir F sempat menanyakan apakan keduanya merupakan anggota TNI, namun Serda YA mengatakan mereka hanyalah karyawan swasta. Akibat kejadian lupa membayar tersebut, ketiganya terlibat percekcokan. Serda Y tersulut emosinya dan mencekik Brigadir F.

Brigadir F kemudian mengeluarkan senjata apinya dan meletuskan tembakan sebanyak tiga kali, dua ke arah Pratu RA dan satu tembakan ke arah Serda YA. Akibat kejadian tersebut, Serda YA mengalami luka tembakan di bagian tangan kiri dan dirawat di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes (Pol) Supriadi membenarkan kejadian tersebut.

Usai kejadian tersebut, kata dia, Propam Polres OKU Timur langsung mengamankan Brigadir F. Dalam pemeriksaan, F mengelak dan menyatakan dirinya tidak mengarahkan senjata ke Serda YA dan Pratu RA, namun ke arah tanah.

“Untuk Brigadir F saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk melihat sejauh mana kesalahannya. Dilihat dulu kesalahannya di mana, baru dapat menentukan sanksi. Namun masalahnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dandim dan Kapolres pun menyatakan damai,” ujar Supriadi.

Sementara, Serda YA pun sudah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit.

“Anggota TNI yang terkena luka tembak sudah dirawat dan sudah dipulangkan dari rumah sakit. Masalah diselesaikan karena ini hanya salah paham, keduanya tidak menggunakan seragam saat kejadian tersebut,” ungkap dia. (dik/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: