Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News BI Akan Gandeng OJK Dorong Pembiayaan Kredit Digital Untuk UMKM

BI Akan Gandeng OJK Dorong Pembiayaan Kredit Digital Untuk UMKM

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (Dok.JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyoroti daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri yang masih rendah. Hal itu dipicu karena dukungan dari finansial mereka yang dianggap belum memadai.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Onny Wijanarko mencontohkan, saat ini produk-produk UMKM yang dipasarkan melalui e-commerce masih didominasi oleh produk asing.

“E-commerce di Indonesia kebanyakan produk-produk asing karena skala produksi dan kualitasnya belum sampai situ dan itu bisa diselesaikan dengan digital ekonomi,” ujarnya di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (13/9).

Ilustrasi kantor Otoritas Jasa Keuangan

Menurut Onny, kendala pendanaan yang dihadapi oleh UMKM dipicu oleh kekhawatiran perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kredit.

Padahal, UMKM memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar apabila diberikan kredit. Sayang, hal itu masih urung dilakukan oleh perbankan.

Saat ini, UMKM dalam negeri diperkirakan mencapai 59,6 juta pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, UMKM besar hanya sebesar 0,1 persen, UMKM menengah 0,10 persen, UMKM kecil 1,15 persen dan mikro mencapai 98,74 persen.

“Mikro bank-bank mungkin belum berani kasih kredit karena mereka nggak punya rekening tabungan dan lain-lain. Dan yang berani ngasih adalah fintech,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemberian kredit secara digital melalui fintech. Nantinya, BI akan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pembiayaan tersebut.

“Itu kiranya bisa tumbuh lebih besar kalau dikasih kredit. Dan kita akan kerjasama dengan OJK yang memiliki arah yang sama yaitu mengembangkan digital lending,” tandansya. (As)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: