Biaya Tol Saat Mudik Akan Digratiskan Jika Macet Panjang

Petugas gelar Apel Operasi Ketupat lebaran 2018. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Petugas gelar Apel Operasi Ketupat lebaran 2018. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Sketsanews.com, Jakarta – Menjelang persiapan mudik Lebaran 2018, Polri mengadakan apel Operasi Ketupat yang diadakan di Monas, Jakarta Pusat. Dalam apel itu, hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Sebagai persiapan menjelang mudik, Basuki mengatakan pihaknya telah mengecek sarana dan prasarana dan semuanya dalam kondisi baik.

“Prasarana dan sarana sudah kita cek kemarin sama Kakorlantas. Jadi keseluruhan jalan nasional lebih dari 90 persen (dari) Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” kata Basuki di Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, seperti yang dikutip dari Kumparan, Rabu (6/6).
Basuki juga mengungkapkan rest area di beberapa titik juga sudah siap, baik itu dari segi tempat parkir, ketersediaan BBM, serta fasilitas kesehatannya.

“Fasilitas rest area, kemudian parking, kemudian ada BBM dan kesehatannya, kemudian air kualitasnya juga sudah saya cek cukup, toilet juga puluhan, parkir 100 mobil, jadi semua sudah siap,” ujarnya.
Basuki juga memastikan akan menggratiskan biaya tol apabila terjadi macet. Tidak hanya itu, pihaknya akan memberlakukan diskon rata-rata 10 persen di tiap gerbang tol.
“(Kalau macet) semua gratis. Jadi ada diskon juga rata-rata 10 persen, kecuali Becakayu 20 persen tergantung BUJP-nya,” ungkapnya.

Menanggapi Basuki, Kapolri Tito mengatakan pemberlakuan biaya tol gratis hanya akan diberlakukan apabila kondisi jalan tol dalam keadaan macet panjang.

“Koordinasi Jasa Marga, kalau macet panjang ada diskresi mungkin akan gratis. Kalau enggak panjang, jemput bola. Jadi ada 10 titik macet ya, jadi sebelum pulang masyarakat cek kendaraan agar full tank,” kata Tito.
Sebagaimana diketahui, pada mudik Lebaran 2017 sempat dikeluarkan diskresi biaya tol digratiskan jika macet mencapai 5 km. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, kebijakan ini akan diterapkan lagi pada tahun ini.

“Tahun lalu kalau tidak salah kalau (macet) 5 km ada diskresi dibebaskan. Kalau hanya pelan-pelan tidak ada masalah. Kalau stuck sampai enggak jalan harus ada diskresi,” kata Setyo.
Lebih lanjut, Tito pun mengimbau masyarakat untuk mengecek kondisi jalan saat mudik lewat aplikasi Waze. Ia juga menyarankan masyarakat untuk tidak memulai perjalanan mudik pada tanggal 10, 11, dan 12 Juni agar tidak jadi penumpukan kendaraan di beberapa titik yang menjadi rute mudik.

“Kemudian masyarakat banyak dari Jakarta, kemudian bagi yang tinggalkan rumah titip ke tetangga, saudara, atau RT dan dari kepolisian saya sampaikan patroli dengan 3 pilar. Kemudian dari kepolisian saya minta terima penitipan mobil dan motor, kemudian Babinsa giatkan patroli,” pungkasnya.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: