BMKG: 62 Persen Wilayah Indonesia Memasuki Musim Hujan

Hujan deras disertai petir yang terjadi di Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Hujan deras disertai petir yang terjadi di Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Hujan deras disertai petir yang terjadi di Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Hujan deras disertai petir yang terjadi di Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebanyak 62 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Di beberapa wilayah curah hujan terpantau sangat tinggi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal mengatakan curah hujan tinggi terjadi di Sumatera Barat, Riau bagian Tengah, Jambi bagian barat, Muko-muko, Pekanbaru, Kampar, Kerinci, Belitung, Cilacap, Semarang, Kapuas Hulu, Samarinda, Flores, Sorong, Nabire dan Mimika,

“Beberapa wilayah mendapatkan curah hujan tinggi (> 150 mm/dasarian),” kata Herizal dalam siaran persnya, Jumat (14/12), seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Peningkatan curah hujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi di sebagian besar wilayah Indonesia. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama pertengahan Desember 2018 telah terjadi rentetan bencana antara lain: bencana longsor, kejadian puting beliung, dan banjir di beberapa lokasi.

Bulan November 2018, tercatat 72 kejadian banjir, 74 bencana longsor, dan 77 kejadian puting beliung.

Herizal mengutarakan curah hujan tertinggi tercatat pada bulan November sebesar 400 mm yang turun dalam sehari di Karang Nunggal, Tasikmalaya. Sementara pada bulan Desember, akumulasi tertinggi curah hujan mencapai 1.325 mm juga di lokasi yang sama.

Sementara itu, kata dia, untuk curah hujan kategori rendah (0 – 50 mm/dasarian) terjadi di Sumut bagian tengah, pesisir utara Jabar, DKI, Situbondo, Banyuwangi, sebagian besar Sulteng, Bombana, Kolaka, Ambon, Kairatu, dan Merauke.

Herizal mengimbau masyarakat mewaspadai daerah yang diprediksi berpotensi curah hujan tinggi 10 hari ke depan, khususnya di daerah yang rawan banjir di sebagian besar Sumatera, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan sebagian kecil Papua.

“Peta potensi banjir 10-harian yang lebih detail kini sudah disiapkan BMKG bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Dirjen Sumber Daya Air (DJSDA-PU),” katanya. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: