Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial, Headlines Bobroknya Pendidikan Indonesia Akibat Pengaruh Sekulerisme

Bobroknya Pendidikan Indonesia Akibat Pengaruh Sekulerisme

Sketsanews.com, Jakarta – Berita mengenai penganiayaan seorang ramai dan menjadi viral di media sosial akhir-akhir ini. Beberapa kasus penganiayaan telah terjadi mulai dari penganiayaan seorang ustad, siswa dan bahkan kepada seorang guru.

Yang sangat memalukan sekali adalah penganiayaan terjadi di lingkungan pendidikan baik dilakukan oleh guru terhadap siswanya maupun siswa kepada gurunya.

Beberapa bulan yang lalu terjadi Seorang kepala sekolah di Mamasa diamankan saat bertugas, karena diduga terlibat kasus kekerasan terhadap siswanya. Sang kepala sekolah diduga membenturkan kepala siswanya ke tembok hingga korban jatuh pingsan. Hukuman diberikan karena korban dianggap biang kegaduhan di dalam sekolah.

Seperti ditayangkan Patroli Siang Indosiar, Sabtu (29/7/2017), korban berinisial G yang duduk di kelas II SMP tersebut harus mendapatkan perawatan di RSUD Mamasa, Sulawesi Barat. Ia tak sadarkan diri, diduga setelah mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oknum kepala sekolah di tempat korban bersekolah.

Berbeda dengan yang sebelumnya ini adalah ulah seorang guru yang memukuli siswa yang memicu perdebatan di media sosial mengenai kekerasan di lingkungan sekolah. Siswa korban pemukulan sempat dirawat di rumah sakit.

Komite Nasional perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini berkunjung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menuntut evaluasi kelayakan guru pelaku pemukulan.

Yang menjadi pangkal musabab adalah video viral yang memperlihatkan pemukulan bertubi-tubi seorang siswa oleh guru SMP Negeri 10 Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Dan yang tidak kalah mengejutkan adalah penganiayaan seorang siswa terhadap guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun, bernama Ahmad Budi Cahyono, meninggal dunia setelah koma di RS Dr. Soetomo Surabaya.

Kronologi kejadian tersebut belum diketahui secara pasti, namun menurut beberapa sumber mengatakan bahwa penyebabnya pelaku tidur di dalam kelas kemudian dihampiri oleh korban dan dicoret pipinya. Namun siswa tersebut malah marah dan memukul si korban.

Dengan melihat kejadian tersebut muncul pertanyaan ada apa sebenarnya dengan pendidikan di Indonesia. Dimana letak masalahnya sehingga pendidikan semakin hari semakin bobrok dan jauh dari harapan.

Sistem Pendidikan Indonesia yang sekarang sedang menerapkan kurikulum pendidikan karakter ternyata gagal tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Justru malah sebaliknya, out put dari pendidikan berkarakter banyak menghasilkan para koruptor dan anak didik yang rusak moralitas nya.

Kenapa ini bisa terjadi, jawabannya adalah sistem pendidikan yang ada sekarang sudah terkena paham sekulerisme, sebagai buktinya jam pelajaran pendidikan agama hanya 2 jam dalam seminggu nya sementara yang lainnya bisa empat jam pelajaran per minggu. Pertanyaan adalah bagaimana sekolah tersebut bisa menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah. Siswa lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan informasi ketimbang memiliki akhlak yang mulia.

Selain itu juga tugas seorang guru di sekolah lebih mengutamakan mencari tambahan jam mengajar untuk memenuhi target 24 jam demi memperoleh tunjangan sertifikasi bukan mementingkan tugas sebagai pendidik.

Lantas dimana letak kesalahannya, jelas ini karena Sistem Pendidikan Indonesia yang sekuler dengan mengurangi jumlah jam pelajaran agama. Selain itu juga biaya pendidikan yang mahal namun hasilnya tidak memuaskan justru semakin rendah.

Sebagai solusinya adalah pemerintah harus merubah sistem pendidikan nasional dan jika perlu mengadopsi kurikulum pesantren dengan menggunakan sistem boarding school.

(jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: