Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Pendidikan Bomber di Surabaya dan Sidoarjo Paksa Anaknya Nonton Film Jihad

Bomber di Surabaya dan Sidoarjo Paksa Anaknya Nonton Film Jihad

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. (Foto: Antara/Zabur Karuru/)

Sketsanews.com, Surabaya – Bomber tiga gereja di Surabaya, Rusunawa Wonocolo Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya, mendoktrin anak-anaknya soal pemahaman radikal dengan memaksa mereka menonton film berbau jihad. Mereka juga mengajarkan anak-anaknya merakit bom.

Anak-anak mereka tak ada yang disekolahkan di sekolah umum. Saat ditanya warga, anak-anak itu menjawab mereka home schooling.

“Home schooling ini tidak tepat, hanya orang tuanya yang enggak bener, padahal enggak. Orang tuanya bisa mengungkung dengan doktrin supaya mau dikasih bom pinggang lilit,” ungkap Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin di Mapolda Jatim, Selasa (15/5).

“Mereka ini di doktrin ditontonin film film jihad, video-video termasuk cara merakit bom,” sambung dia.
Ia mengatakan, untuk anak bomber yang selamat, mereka akan diserahkan ke pihak yang tepat. Mereka akan dideradikalisasi.

“Kami akan menyerahkan kepada orang yang benar, orang yang waras. Kita dampingi polwan psikolog atau ahli deradikalisasi menormalkan anak-anak ini, ini otoritas di sana kalau saya yakin saya serahkan.”
Ada tiga orang anak bomber yang masih hidup hingga saat ini. Mereka adalah putri bungsu bomber Mapolrestabes Surabaya, Ais, dan dua anak bomber Rusunawa Wonocolo, Anton Ferdiantono.

(Tri/Kumparan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: