Bonceng Optimistis Bisa Saingi Gojek dan Grab

Sketsanews.com – Kiprah Bonceng sebagai transportasi online sudah berjalan satu tahun. Meski hanya beropersi di Jabodetabek, namun ke depan, perusahaan ojek online (ojol) itu optimistis bakal berkembang ke berbagai daerah di Indonesia. Bonceng juga diyaknini mampu menjaga eksistensi di tengah dua pemain besar ojol yang sudah lebih dulu muncul, yakni Gojek dan Grab.

CEO Bonceng Faiz Noufal menyebut bahwa dalam kurun satu tahun, Bonceng berhasil memikat 80 ribu lebih calon pengemudi di jabodetabek. Namun, manajemen baru mampu mengaktivasi sekitar 5.000 driver. Sisanya, akan dikebut dalam waktu dekat guna meningkatkan availabilitas driver di lapangan.

“Sehingga pada akhirnya, sebanyak 80 ribu driver tersebut dapat segera beroperasi mengenakan seragam khas merah putih ala Bonceng yang diestimasi akan mampu mengelola 19 persen market share sekitar ibu kota,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10).

Selama ini, menurut Faiz, meski belum melakukan sosialisasi dan publikasi secara besar-besaran seperti yang dua pemain besar lainnya, Bonceng tetap berhasil meraih simpati publik. “Sekira lebih dari 150 ribu orang telah menggunakan aplikasi ini di smartphonen-nya. Namun ke depan publikasi akan mulai dilakukan dan menargetkan masyatakat yang menginstal Bonceng akan bertambah menjadi 3 juta orang,” ujarnya.

Selain itu, sebagai wujud dukungan pemerataan ekonomi, Bonceng juga tidak hanya akan mengaspal di Jabodetabek, tetapi juga di sejumlah daerah yang masih terabaikan dalam kalkulasi bisnis. Sebut saja Aceh, Batam, Banjarmasin, Manado, Bandung, Padang, Palembang, Semarang, Ambon, Madura, Labuan Bajo, Maumere, Kupang, Makassar, Solo, dan Palu melalui pengelolaan bersama berbasis ekonomi kerakyatan. Dengan demikian diharapkan, Bonceng dapat membuka banyak lapangan kerja dan membantu memajukan roda ekonomi di daerah-daerah.

Faiz juga menyadari bahwa saat ini belum mampu menyaingi dua pemain besar yang sudah sangat terkenal di telinga masyarakat. Namun, pihaknya optimistis ke depan aplikasi ojol ini akan menjadi sarana alternatif dan inovasi-inovasi baru yang disiapkan dapat diterima baik oleh masyarakat.

“Mohon jangan dibandingkan dululah. Kita ini segalanya masih terbatas. Tim juga masih sekitar 20 orang. Kalau dibandingkan dengan yang sudah mempekerjakan ribuan org, tidaklah apple to apple. Kita baru akan memulai, semua butuh waktu. Mohon bersabar.” ucap Faiz.

▶ Sumber : Jawapos ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: