BPBD Banjarnegara Intensif Bentuk Destana

Sketsanews.com BANJARNEGARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara terus mengintensifkan pembentukan desa tangguh bencana (destana) demi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah setempat terhadap datangnya bencana.

Sejumlah petugas mengevakuasi jenazah korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Idhad Zakaria)

“Kami terus mengintensifkan pembentukan desa tangguh bencana. Pada saat ini telah ada lebih dari 25 desa tangguh bencana,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019).

Dia menjelaskan, tujuan pembentukan desa tangguh bencana adalah mendorong partisipasi masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Program Destana dilatarbelakangi kenyataan bahwa wilayah Kabupaten Banjarnegara rawan terjadi berbagai jenis bencana alam terutama tanah longsor.

“Terlebih lagi pada saat ini, Banjarnegara mulai memasuki awal musim hujan sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Dia menambahkan pembentukan desa tangguh bencana diperlukan agar rasa kesiapsiagaan masyarakat terus ditumbuhkan. Menurut dia, pelibatan masyarakat secara langsung dalam mengantisipasi terjadinya bencana dan mengurangi dampak bencana menjadi sangat penting.

Dia juga menambahkan, masyarakat harus mengetahui langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak risiko bencana di wilayah tempat tinggal masing-masing. Untuk itu, dia berharap nantinya di seluruh wilayah Banjarnegara akan menjadi wilayah tangguh bencana.

“Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat yang ada di Banjarnegara,” katanya.

Solopos

2019-11-21 23:50:21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: