BPN Prabowo: Jokowi Bicara ‘Kartu Sakti’ Sekedar Janji Agar Dipilih Lagi

Politikus Gerindra, Riza Patria. (Istimewa)

Politikus Gerindra, Riza Patria. (Istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengkritik capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang menyampaikan gagasannya mengenai tiga kartu saktinya dalam kapasitasnya sebagai presiden. BPN Prabowo menyebut Jokowi melanggar aturan.

“Jadi janji dia itu selesaikan sampai 2019. Dia sendiri nggak bikin program kartu yang buat kuliah itu di 2019. Itu artinya apa? Dia ini tidak punya perencanaan yang baik, semua demi pencitraan, pencitraan, dan pencitraan. Kalau dia punya program baik, sejak dulu dia sampaikan, ini kan nggak tiba-tiba bicara, jadi kan perencanaan ini untuk periode ke depan boleh saja, dia janji. Tapi kalau disampaikan di forum sebagai presiden, itu melanggar Undang-undang, itu salah,” ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Rabu (6/3/2019) malam.

Ketiga kartu sakti yang disampaikan Jokowi antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako Murah. Ketiga program ini rencananya baru akan dieksekusi jika Jokowi kembali terpilih menjadi presiden.

“Terkait hari ini, dia bicara di acara tadi, dia bicara tahun depan, tahun depan tuh kapan? 2020 dia akan mengeluarkan KIP untuk mahasiswa, dia lupa, dia ini presiden periodenya habis 2019 bulan Oktober, tahun depan itu sudah wilayahnya presiden baru 2019-2024, jadi kalau bicara ke depan, dia itu salah, artinya dia tidak bisa membedakan kapan dia jadi presiden, kapan dia jadi capres. Kalau bicara ke depan itu posisi dia sebagai capres boleh, dia mau janji apa aja boleh, itu hak dia. Tapi sebagai presiden untuk memenuhi janjinya 2014-2019,” ujar politikus Gerindra ini.

Melansir Detikcom, saat Jokowi berbicara mengenai kartu saktinya di salah satu momen saat ia menjanjikan KIP Mahasiswa bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. KIP Kuliah direncanakan dibagikan tahun 2020.

“Anak-anakku, saya beritahu ya, nanti ini kan Kartu Indonesia Pintar hanya untuk SD, SMP, SMA, SMK, nanti ke depan kita akan ada lagi KIP untuk kuliah. Kemudian anak-anak yang ingin kuliah pakai KIP Kuliah,” kata Jokowi saat menyerahkan 3.300 KIP untuk pelajar Jakarta Selatan di SLB Negeri Pembina, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).

“Tahun depan akan ada KIP Kuliah yang bisa digunakan untuk di perguruan tinggi,” lanjutnya. (sdq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: