BPPT Jelaskan Artificial Intelligence Bukan Pengganti Birokrat  

Sketsanews.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang melakukan transformasi digital besar-besaran sebagai dukungan manajerialnya. Termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk keperluan birokrasi.

BPPT Jelaskan Artificial Intelligence Bukan Pengganti Birokrat   2019Sestama BPPT Dadan Mohammad Nurjaman saat memberikan paparan program BPPT Innovator Award di Jakarta Kamis (5/12). (Hilmi Setiawan/JawaPos.com)

Sestama BPPT Dadan Mohammad Nurjaman menuturkan, sedikitnya ada 41 layanan birokrasi yang mengalami transformasi digital. Menurutnya transformasi itu penting untuk percepatan dan kemudahan layanan di BPPT.

“Urusan teknis BPPT tidak hanya di kantor Jakarta dan sekitarnya. Tetapi juga kantor BPPT yang ada di Surabaya, Bali, Lampung, dan lainnya. Jadi surat-surat, perizinan, dan sejenisnya (berbasis, Red) digital,” ujarnya di sela paparan program BPPT Innovator Award di Jakarta Kamis (5/12).

Dadan juga menjelaskan, BPPT sedang menjalankan absensi digital dan jarak jauh bernama Fabiola yang merupakan singkatan dari absensi berbasis face, biometrik, dan location. Dengan aplikasi sistem absensi seperti itu, karyawan yang sedang dinas di luar kantor tetap bisa mengisi absensi.

“Bukan berarti pegawai bekerja di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam birokrasi atau pemerintahan, menurutnya hal itu bukan berarti menggantikan semua tugas birokrat secara langsung.

“Tetapi lebih sebagai pendamping proses birokrasi,” jelasnya.

Harapannya, dengan adanya pendampingan birokrasi menggunakan teknologi AI atau robot itu, layanan birokrasi bisa lebih cepat dan transparan. Karena itu, BPPT akan terus memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menjalankan birokrasi.

Sebelumnya Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, AI memiliki peranan penting dalam memperbaiki sistem birokrasi.

“Wacana penghapusan eselon III dan IV yang mau diganti dengan robot atau AI, saya kira bukan itu maksud Presiden. Bukan mengganti manusia dengan robot AI,” katanya.

Dia mengatakan, ke depan peran AI dalam birokrasi semakin besar. Di antaranya adalah dalam sistem e-planning, e-budgeting, atau sejenisnya di instansi pusat maupun pemda.

“Tujuannya agar birokrasi semakin cepat, berkualitas, dan cerdas dalam pengambilan keputusan,” pungkasnya.

Sumber : Jawapos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: