BPPT: Perlu Usaha Luar Biasa Agar Inovasi Anak Bangsa Diterima

Foto: Stasiun charging kendaraan listrik milik BPPT . (Foto istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menilai inovasi teknologi karya anak bangsa masih sulit menembus industri Indonesia. Padahal kemandirian suatu bangsa membutuhkan penguasaan teknologi dan inovasi.

“Perlu usaha yang luar biasa agar inovasi karya anak bangsa bisa diterima dan diproduksi secara masal di negerinya sendiri,” kata Plt Kepala BPPT, Wimpie AN Aspar, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/12/2018).

Oleh sebab itu, menurut Wimpie, penerapan teknologi di Indonesia perlu ditingkatkan. Terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Penguasaan teknologi harus mendapat perhatian khusus, agar negara kita dapat mandiri, serta daya saing industri dalam negeri dapat dijaga,” ujarnya.

Wimpie kemudian memaparkan hasil inovasi dan kajian dari BPPT dalam kaitannya meningkatkan penerapan teknologi di Indonesia. Misalnya, sepanjang tahun 2018 ini, pihaknya telah melakukan pra studi kelayakan semi cepat Jakarta-Surabaya.

BPPT juga pernah terlibat dalam operasi SAR guna menemukan Black Box Pesawat Lion Air di dasar laut, dengan mengerahkan Kapal Riset Baruna Jaya I. BPPT juga mengkaji penerapan teknologi yang handal untuk menghentikan penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan emas rakyat, atas instruksi presiden.

“Purwarupa reaktor teknologi pengolahan emas tanpa merkuri untuk penambang emas skala kecil (PESK) ini, mampu menghasilkan emas lebih baik tanpa merusak lingkungan. Sistem pengolahan itu nantinya akan menjadi contoh untuk diterapkan secara nasional, agar tidak ada lagi pengolahan emas yang menggunakan merkuri,” papar Wimpie.

Selain itu, BPPT pada tahun ini juga berhasil mengembangkan inovasi implan tulang stainless steel tipe 316L (SS 316L) yang juga telah dimanfaatkan sebagai bantuan kepada korban bencana gempa Lombok. Wimpie mengatakan, saat ini BPPT tengah mengembangkan inovasi dengan mengembangkan implan tulang dengan bahan yang lebih kuat, yakni titanium.

“BPPT pun berhasil meluncurkan inovasi rubber airbag. Rubber airbag, berbentuk menyerupai kantung berbahan karet berisi udara. Namun, beda dari kedengarannya, kantung ini berfungsi sebagai landasan yang membantu peluncuran kapal. Selama ini kita impor dari China, dengan inovasi ini Indonesia akhirnya bisa memproduksi rubber airbag sendiri dan bakal bisa melepaskan ketergantungan impor dari China. Inipun diproduksi industri dalam negeri,” tuturnya.

Wimpie berharap, ke depannya, komitmen penerapan inovasi teknologi dapat bersinergi dan mendapat dukungan baik kebijakan maupun finansial, dari pemangku kepentingan strategis.

“Teknologi dalam negeri mampu bersaing untuk ciptakan inovasi yang handal dan dimanfaatkan dalam percepatan pembangunan nasional. Teknologi ini sangat penting apalagi jika kita ingin membuat lompatan besar untuk mengejar negara-negara maju,” pungkasnya. (Sdq/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: