Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Buah-buahan Impor Dilapisi Lilin, Warga Diimbau Konsumsi Buah Lokal

Buah-buahan Impor Dilapisi Lilin, Warga Diimbau Konsumsi Buah Lokal

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Sketsanews.com, Jakarta – Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengimbau warga Jakarta untuk mengonsumsi buah-buahan lokal dibandingkan buah-buahan impor.

Sebab, Dinas KPKP DKI menemukan banyak buah-buahan impor yang dilapisi lilin agar masa simpan buah tersebut lebih lama.

“Imbauan saya, tingkatkan makan buah lokal saja. Enggak kalah kok vitaminnya,” ujar Darjamuni di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Darjamuni menyampaikan, Dinas KPKP akan mengecek buah-buahan impor sebelum didistribusikan ke pasar-pasar untuk dijual.

Namun, Dinas KPKP hanya mengecek sampel buah-buahan tersebut sehingga belum semua buah bisa dipastikan keamanannya. Karena itulah, dia mengimbau warga untuk mengonsumsi buah-buahan lokal.

“Memang enggak bisa dipungkiri, lilin segala macam di bawah impor itu masih banyak banget. Namanya bahan terlarang, kalau kita konsumsi tiap hari ya enggak boleh,” kata Darjamuni.

Ia juga mengatakan, KPKP DKI akan menganalisis kebutuhan untuk memperketat dan memperluas pengawasan produk-produk pangan yang dijual di pasar-pasar di Jakarta.

Pengawasan produk pangan juga harus mempertimbangkan hasil uji laboratorium yang dimiliki Dinas KPKP DKI. Dinas KPKP saat ini baru memiliki tiga laboratorium yang terakreditasi, yakni lab untuk memeriksa produk peternakan di Bambu Apus, Jakarta Timur; lab untuk memeriksa produk pertanian di Cibubur, Jakarta Timur; dan lab untuk memeriksa produk perikanan di Pluit, Jakarta Utara. (sdq/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: