Bupati Lombok Utara Diminta Keluarkan Cadangan Beras 100 Ton

pengungsi korban gempa Lombok memasak dengan bahan baku seadanya, di NTB, Selasa (7/8). (Foto: CNN Indonesia)

pengungsi korban gempa Lombok memasak dengan bahan baku seadanya, di NTB, Selasa (7/8). (Foto: CNN Indonesia)

Sketsanews.com, Jakarta – Menteri Sosial Idrus Marham meminta Bupati Lombok Utara menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat agar bisa mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 100 ton bagi korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial No. 12 Tahun 2012, bupati/wali kota berwenang menggunakan CBP untuk penanganan tanggap darurat akibat bencana yang terjadi di wilayahnya paling banyak 100 ton dalam kurun waktu satu tahun.

“Sementara di tingkat provinsi, gubernur dapat menerbitkan SK untuk mengeluarkan CBP hingga 200 ton,” kata Idrus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/8).

Apabila CBP tersebut telah digunakan, SK keperluan beras di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Mensos. Untuk pemenuhan kebutuhan makan pengungsi dan warga terdampak gempa, Pemerintah telah mendirikan empat dapur umum di Kabupaten Lombok Utara.

Kemensos juga menyerahkan tiga ribu paket sembako bantuan Presiden tahap pertama dari rencana 10 ribu paket sembako.

Dapur umum disiapkan untuk pengungsi, warga, dan relawan yang berada di posko pengungsian dan sekitarnya. Sejumlah dapur umum dari berbagai elemen masyarakat juga didirikan di beberapa titik.

Sedangkan sembako disalurkan untuk menjangkau warga yang bertahan di medan sulit atau berada di lingkungan sekitar rumahnya dan masih bisa memasak untuk keluarganya.

“Kami bisa memahami sebagian masyarakat ingin bertahan di dekat rumah, maka sembako kami bagikan untuk bisa dikelola oleh warga,” kata Idrus.

Melansir dari cnnindonesia, Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Harry Hikmat menyebut pihaknya mengerahkan Tagana dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk distribusi sembako dan nasi bungkus dari dapur umum.

Sejumlah Pemprov pun, lanjutnya, telah memberangkatkan Tagana. Rinciannya, Tagana Jatim sebanyak 20 orang, Tagana Sulawesi Selatan 10 orang, Tagana Gorontalo 7 orang, dan Tagana Kalimantan Selatan lima orang.

“Mereka akan bergabung dengan tim Kemensos di Posko Induk di Kecamatan Tanjung. Selanjutnya berbagi tugas ke berbagai titik terdampak gempa,” tandas Harry.
(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: