Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Citizen-Jurnalism Butuh Ahli Medsos dan Framing, Jokowi Tambah Stafsus Presiden

Butuh Ahli Medsos dan Framing, Jokowi Tambah Stafsus Presiden

Presiden Joko Widodo @jokowi | twitter

Sketsanews.com – Presiden Joko Widodo menambah empat anggota staf khusus Kepresidenan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan penambahan karena Istana melihat sebuah kebutuhan dampak dari besarnya tugas Presiden.

“Tugas presiden begitu besar, akhirnya dilihat perlu tambahan staf khusus,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (15/5).

Penambahan tersebut membuat Jokowi saat ini memiliki 10 anggota stafsus. Adapun para anggota baru staf khusus ialah mantan Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati yang bertugas membenahi komunikasi kementerian dan lembaga.

Selain itu Jokowi merekrut mantan Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Erani Yustika sebagai stafsus bidang ekonomi.

Pramono mengatakan Adita dipilih karena kementerian dan lembaga memerlukan kehumasan dengan pola kekinian yang terintegrasi dengan media sosial.

“Butuh yang memahami medsos, framing, butuh orang ahli di bidang itu. Mohon maaf biasanya pada posisi tertentu dari usia berumur, tidak memahami perkembangan,” kata Pram.

Sementara Ahmad Erani ditunjuk karena dinilai berpengetahuan ekonomi terutama dana desa sangat baik. Jokowi saat ini fokus meningkatkan perekonomian desa.

Dua anggota lainnya ialah Abdul Ghofar Rozin, putra mantan Ketua Umum MUI Sahal Mahfudz, sebagai stafsus bidang keagamaan domestik di Pondok Pesantren serta Komisioner HAM Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Siti Ruhaini Dzuhayatin.

“Jadi yang diangkat orang-orang berlatar belakang profesional,” ucap mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini.

Pramono pun memastikan para anggota baru telah berhenti dari posisi sebelumnya. Ia turut menegaskan penunjukkan baru dilakukan saat ini karena melihat kebutuhan yang ada.

Para anggota baru disebut sudah bisa langsung bekerja tanpa pelantikan karena Keputusan Presiden (Keppres) sudah ditandatangani Jokowi dan sudah berlaku.

“Enggak perlu dilantik. Sudah mulai kerja kemarin koordinasi dengan Mensesneg dan saya. Administrasi manajerial di bawah Seskab,” tutur mantan Wakil Ketua DPR ini.

Sebelumnya, Jokowi memiliki enam staf khusus. Mereka ialah Gories Mere di bidang intelijen dan keamanan dan Diaz Hendropriyono di bidang sosial.

Empat orang lainnya bertugas di bidang komunikasi yakni Johan Budi, Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, dan Lenis Kagoya. Sementara itu, Teten Masduki menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden. (wis/CNNIndonesia)

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: