Cara Mudah Deteksi Mobil Bekas Terendam Tsunami

Kondisi mobil-mobil setelah terseret tsunami menghantam Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sketsanews.com, Jakarta- Mobil yang sudah pernah terendam air laut, misalnya saat tersiram tsunami, mungkin saja bakal berakhir di dealer mobil bekas karena pemiliknya sudah tidak mau memelihara. Penting diketahui, membeli mobil bekas yang telah ternodai air laut bisa merugikan.

Air laut yang mengandung garam efeknya sangat buruk bagi material metal.

Menurut Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor, mobil terendam air laut kondisinya lebih parah daripada kebanjiran.

“Dibanding air hujan, pasti lebih berisiko air laut. Karena air laut ada kandungan garam dan ionnya lebih aktif, ibaratnya lebih kuat memicu karat dibanding air biasa,” jelas Anjar yang dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).

Anjar menjelaskan biar terhindar dari mobil kondisi buruk karena air laut, konsumen yang sedang berburu mobil bekas dengan kondisi baik disarankan memperhatikan bagian kabin, terutama di bagian lantai yang tertutupi karpet dasar.

Bila kejadian terendam air laut baru sebulan atau dua bulan, jelas Anjar, karpet dasar akan terasa lembab dan bau. Menurut Anjar, karpet dasar sulit dibersihkan dan dikeringkan ketika menangani masalah kebanjiran.

Jika kejadiannya sudah menahun, deteksi mobil bekas terendam air laut bisa dipantau lewat karat. Misalnya, karat yang ada material metal seperti pada jok atau lantai kabin.

“Pada dasarnya semua komponen metal secara usia akan mengalami karat. Namun bila normal paling bercak, misalnya di bagian sambungan las karena partikel besinya labil, tapi kalau terendam air laut karatnya akan merata,” ungkap Anjar.

Anjar memaparkan, pada dasarnya mobil bekas kebanjiran atau terendam air laut dapat dibereskan tuntas dan bisa digunakan normal. Namun dia menggarisbawahi pemulihannya mesti dilakukan dengan benar.

Sebab itu dikatakan tidak ada salahnya membeli mobil seken bekas kebanjiran atau terendam air laut. Hanya saja, konsumen mesti sanggup menakar sejauh mana penanganan pernah dilakukan agar efek buruknya tidak dirasakan pada kemudian hari. (Sdq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: