Ceramah Ustad Somad di PLN Gambir Dibatalkan, HNW: Ada yang Adu Domba

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Ustad Abdul Somad gagal melakukan ceramah kegamaan di Masjid Nurul Falah, Kompleks PLN Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/12). Panitia juga tidak memberikan klarifikasi yang jelas terkait batalnya ceramah tersebut.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengatakan, pemerintah perlu turun tangan. Sebab, diduga batalnya ceramah kegamaan itu karena ada pihak-pihak yang menungganginya. Hal tersebut dikhawatirkan bisa memecah-belah umat Islam.

“Pemerintah harus paham betul ini ada pihak yang ingin mengadu domba untuk kemudian menghadirkan masalah,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/12).

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pemerintah semestinya paham adanya isu-isu semacam ini. Seperti ada pihak yang sengaja mengadu domba umat Islam.

Harusnya, ungkap Hidayat, Abdul Somad dirangkul untuk menjadikan Islam yang moderat. Islam yang diinginkan semua pihak. Sebab, adu domba ini jelas-jelas akan merugikan banyak pihak.

“Mestinya Ustad Somad dirangkul untuk mencerahkan umat Islam, untuk menjadikan umat Islam yang tidak terpengaruh dengan ISIS,” katanya, seperti dikutip dari Jawapos.

Selain itu, Hidayat juga mempertanyakan alasan otoritas Hongkong melakukan penolakan kepada Abdul Somad. Padahal ustad asal Riau itu menurutnya, tidak terkait apa-apa dengan teroris atau gerakan radikal lainnya.

“Dia tidak pernah mengajarkan teroris, dan jangan juga mengaitkan dengan ISIS,” pungkasnya.

Sebelumnya ceramah Abdul Somad di kompleks PLN Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/12) siang harus dibatalkan. Pembatalan tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun karena persoalan keterbatasan tempat dan sarana. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: