Cimanuk Meluap, Ratusan Warga Garut Nginap di Tenda Darurat

Petugas menyelamatkan warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Cimanuk Garut. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)

Petugas menyelamatkan warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Cimanuk Garut. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)

Sketsanews.com, Garut – Pemukiman warga di Kampung Cimacan Garut tergenang luapan air Sungai Cimanuk. Warga mengungsi di tenda darurat.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD untuk menyediakan tenda darurat. Sekarang sedang didirikan,” ujar Danramil 1111/Tarogong Kapten Infanteri Jaja di Kampung Cimacan, Tarogong Kidul, Sabtu (19/1) malam.

Hujan lebat mengguyur hampir seluruh wilayah Garut Sabtu sore membuat Sungai Cimanuk meluap. Luapan air Cimanuk merendam rumah warga di Kampung Cimacan.

Kepanikan sempat terjadi saat air mulai meninggi. Masyarakat berbondong-bondong menyelamatkan diri dan mengungsi ke tempat yang aman.

“Airnya tinggi sekitar 2 meteran. Saya ngungsi sama anak dan suami. Enggak bawa apa-apa, semua barang terendam. Air awalnya kecil, tapi terus menerus membesar sampai sedada saya,” ujar warga Cimencek, Atika (47).

Petugas BPBD dan TNI mendirikan tenda darurat di sekitar Kampung Cimacan. Selain itu, petugas gabungan Disdamkar dan TNI-Polri menerjunkan armada dan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

Petugas masih mendata warga yang terdampak. Hingga saat ini belum diterima laporan adanya korban. “Alhamdulillah tidak ada korban. Terakhir kita evakuasi 6 orang warga yang terjebak menggunakan perahu karet,” ujar Jaja,seperti yang di kutip dari detikcom.

Sungai Cimanuk meluap Sabtu sore pukul 17.30 WIB. Luapan air dari sungai ini terjadi akibat guyuran hujan deras hampir di seluruh wilayah yang ada di Garut sejak siang. Warga berbondong-bondong menyelamatkan diri ke pinggir jalan raya. Air luapan menggenangi pemukiman penduduk di Kampung Cimacan dan Kampung Sudika.

 

 

(Air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: