Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, Politik “ANDAI BUNG KARNO ADA HARI INI…”

“ANDAI BUNG KARNO ADA HARI INI…”

Ilustrasi Foto @PDI_Perjuangan

Andai Bung Karno ada, pasti ia akan ambil bagian dalam isu dunia hari ini..

Saat kita masih belum punya apa2 dan bikin stadion masih pinjam sana sini beliau bikin Ganefo Yg luar biasa..

Baru punya satu hotel di Bandung sudah bikin pertemuan Asia Afrika…

Sekarang kita punya ribuan hotel..tapi kepemimpinan Indonesia tidak didengar dunia…

Dunia memerlukan ide2 segar dari Indonesia tetapi kita sedang tidak punya ide juga…

Kemarin saya bicara di forum parlemen OKI (PUIC) dalam majelis umum para pimpinan parlemen hampir 60 negara…

Mereka terjebak semua bicara isu keamanan dan terorisme…

Semua menari dengan irama yang dimainkan oleh orang lain..maka saya bertanya irama kita mana?

Kita seperti tidak punya irama karena kita tidak punya pengetahuan dan khazanah tentang diri sendiri..

Kita lebih banyak mengenal orang lain daripada diri sendiri…

Kosa kata kita diajarkan dan didikte orang lain..kita ikut saja tanpa sikap kritis sedikitpun..

Isu keamanan dan terorisme misalnya..ini bukan bisnis kita. Ini bisnis penjual senjata.

Dengan isu itu, kita sibuk saling mencurigai dan kita sibuk memberi label kepada saudara sendiri.

Energi bangsa kita sibuk menunjuk telunjuk kepada sesama anak-anak bangsa…

UU kita sahkan, lembaga kita bentuk, dan operasional kita bayar bertrilyun rupiah jumlahnya…

Dan saling curiga telah menjadi budaya baru…mulai curiga pada pikiran sampai curiga pada cara berpakaian..

Dan lambat laun, APBN kita semakin menanggung beban biaya keamanan…biaya kecurigaaan…

Padahal, Indonesia adalah poros dunia baru..kita Asia Afrika, kita nonblok dan kita adalah NEFO…

Indonesia adalah tempat lahirnya ideologi jalan tengah antara kapitalisme dan komunisme..

Indonesia adalah jalan tengah antara timur dan barat..utara dan selatan dan kekuatan yang ekstrem..

Indonesia tidak mengenal budaya ekstrem..kita ini tropis dan berada tepat di bawah garis khatulistiwa…

Panas kita dingin dan dingin kita panas..tidak ada yang ekstrem..semua lari ke tengah..

Tapi bisakah ini menjadi narasi baru dunia? Atau kita tidak percaya kita sanggup menjadi muara?

Ini tantangannya…jika mental kita kecil maka pikiran kita kerdil…langkah kita mungil…dunia tidak melihat.

Sewaktu saya mengatakan kemarin, hentikan memandang diri dengan kacamata orang lain…banyak yang kaget.

Islam artinya salam artinya damai..lalu kenapa kita percaya bahwa ada unsur teroris dalam agama kita?

Kenapa perlahan tapi pasti para pejabat percaya bahwa kelompok Islam adalah ancaman?

Ini mungkin tidak dikatakan tetapi ini semua terasa…

Seorang pejabat takut bertemu seorang ulama, takut dianggap tidak toleran. Bukankah kita perlu percakapan?

Ada masalah pemahaman agama pada setiap orang dan kalau itu dipercakapkan dengan tenang tentu hasilnya baik..

Tapi kalau dari jauh kita saling menuduh tidak toleran atau bahkan teroris memangnya kita mau perang?

Ini yang saya maksud Irama musik orang dan kita menari tidak karuan..

Padahal industri keamanan dan teror ini sekarang termasuk yang Belanjanya paling besar..

Dan Indonesia serta semua negara Islam tidak dapat apa-apa kecuali menjadi konsumen yang semakin loyal…

Sekarang, Donald Trump secara resmi melarang 7 negara mayoritas muslim masuk Amerika.

Apa pilihan politik pemimpin Indonesia? Seharusnya di sini kita bicara.

Para pemimpin Indonesia harus berani menujukkan warna. Yang beda seperti para pendahulunya.

Dalam konstitusi kita dan pembukaan UUD 1945 jelas disebutkan bahwa salah satu tujuan kita bernegara adalah perdamaian dunia..

Sebab perdamaian dunia juga adalah pintu bagi kesejahteraan dan pencapaian nasional..

Dulu waktu bung Karno memerintahkan MENPORA Maladi membuat GANEFO, beliau bilang “olahraga adalah politik!”

Apa yang tidak politik? Persoalan kita adalah lugu..mau saja ikut orang lain dan tidak punya warna sendiri.

Ayolah Indonesia,
Mari bangun dari lelap panjang..
Mari pulang ke rumah sendiri..
Jalankan agenda sendiri..

Saya mengajak Pak @jokowi dan @Pak_JK meniti jalan sendiri…

Merdeka!
AllahuAkbar !

Foto Facebook

Twitter @fahrihamzah 29 Januari 2017

%d blogger menyukai ini: