Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism Cara Menghadapi Ahoker Ngeyel Patah Hati : Elus, Gebuk, Rangkul

Cara Menghadapi Ahoker Ngeyel Patah Hati : Elus, Gebuk, Rangkul

Merangkul Ahoker

by Zeng Wei Jian

Sketsanews.com – Akun FB saya baru lagi. Sama seperti Djoko Edhi Abdurahman, akun saya tewas melulu. Akun baru ini diserbu Ahoker. Banyak teman nge-re-add. Sehari bisa 1000 aplikasi.

Ahoker langsung komen. Ora jelas. Ada yang bilang “Ahok tetap pilihan Tuhan” dan “Ahok tetap di hati”. Lho, bukannya Ahok dipenjara. Kok di hati?

Seorang ahoker fosil posting meme. Isinya gambar Jokowi Ahok. Dia bilang Ahok bikin takut koruptor. Ada yang jawab, Setnov kan temennya Ahok. Si ahoker reply, “Salahin hakim sialan yang bebasin Novanto dong”. Ahoker berusaha cuci tangan.

Syahdan, jasa dan kontribusi Setnov dukung Ahok sudah dilupakan Ahoker. Semudah itu. Ironiz. Padahal Setnov baru sembuh dari sakit. Ada yang bilang ginjalnya bermasalah. Lainnya berkata jantung, cerebral cortex, livernya yang bermasalah. Tau-tau Setnov pake alat anti ngorok (anti snoring device).

Ulah Ahoker termasuk extra ordinary. Di pilkada, mereka cetak leaflet gelap. Isinya serentetan fitnah terhadap Anies-Sandi. Nakut-nakutin KJP bakal dihapus bila Ahok Kalah. Di injury time, mereka tetep bagi-bagi sembako dan sapi.

Sekalipun dosa-dosa Ahoker sedalam lautan, Anies-Sandi menginstruksikan rangkul Ahoker Sisa-Sisa. Sekali pun, tidak melupakan perjuangan Pro ASA.

Tetap harus merangkul Ahoker. Selalu ada konsekuensi Ahoker semakin besar kepala, merasa penting, nyinyir dan makin ngeyel.

Pasca Ahok-Jarot dinyatakan kalah telak (16%), secara cepat seperti kilat, Jan Faridz minta ketemu Anies.

Jan Faridz pasti baca buku kunci sukses overseas. Isi buku ini mengajarkan, bila mau sukses, seseorang harus punya “muka tebal, hati hitam dan kaki seribu”.

Anies merespon dengan menyatakan Jan Faridz harus bicara dulu dengan Haji Lulung. Ini etika politik yang benar. Dimaklumi, karena Anies adalah Mantan Ketua HMI MPO Jogja.

Mendekati pelantikan, semakin banyak ex ahoker jilat Anies-Sandi.

Sekelompok pengusaha Tionghoa berusaha keras dekati Anies-Sandi. Pengen jadi temen, sekaligus mengamankan bisnis. Tinggallah Ahoker sisa-sisa. Korban pencitraan tim media Ahok di masa silam. Fosil-fosil ahoker tetap mesti dirangkul. Susahnya, mereka terlanjur benci Anies-Sandi.

Di situ seninya. Anies-Sandi dan para pendukungnya memperlihatkan kebesaran jiwa. Merangkul Ahoker Sakit Jiwa bukan tugas mudah. It is a hard struggle.

Anies-Sandi mengerti betul, seperti kata Martin Luther King Jr, “Human progress is neither automatic nor inevitable… Every step toward the goal of justice requires sacrifice, suffering, and struggle: the tireless exertions and passionate concern of dedicated individuals”.

Praxis menghadapi Ahoker ngeyel patah hati adalah: elus, gebuk, rangkul.

Dalam prosesnya, kita ngga perlu pake emosi. Kita sudah menang. Sekeras apa pun penolakan dan sekasar apa pun komentar mereka, ketahuilah itu hanya mekanisme natural menutupi rasa malu Ahoker yang perih. Jadi, ketawain sajalah.

THE END

(in)

%d blogger menyukai ini: