Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism Klarifikasi Hoax Seputar Uang RI ditolak di Luar Negeri

Klarifikasi Hoax Seputar Uang RI ditolak di Luar Negeri

By Pak Hasiholan Siahaan
Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu
Bank Indonesia

BACALAH SUMBER INFORMASI YG TEPAT & BERTANYALAH KEPADA YANG PAHAM SUPAYA ANDA TIDAK MENYEBAR HOAX TENTANG RUPIAH

Sketsanews.com –  Halo Sobat FB & Medsos, apakah anda pernah membaca posting dari Bung Rudy Razi di bawah ini yg beredar di FB dan grup2 medsos ???
Sayangnya posting di akun FB nya Bung Rudy ini tidak di setting “public” sehingga tidak bisa saya respon langsung di wall nya.

Mari kita bahas satu persatu apa yg dikemukakan oleh Bung Rudy Razi ini :

Dasar hukum pengeluaran uang Rupiah saat ini adalah UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. UU ini dibuat dan disahkan pada era Presiden SBY.
Artinya segala kebijakan BI saat ini yang terkait uang Rupiah selalu berlandaskan kpd UU tsb.

TENTANG TANDA TANGAN PADA UANG RUPIAH
Sesuai dgn Pasal 5 ayat (1) huruf d. UU No.7/2011 tentang Mata Uang disebukan bahwa Ciri umum Rupiah kertas antara lain adalah memuat tanda tangan pihak Pemerintah & Bank Indonesia.
Dalam penjelasan Pasal 5 ayat (1) huruf d. ini disebutkan juga bahwa Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Menteri Keuangan dan Bank Indonesia diwakili oleh Gubernur BI.

TENTANG FRASA “NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”
Ini juga tercantum dalam Pasal 5 ayat (1) huruf f. UU No.7/2011 tentang Mata Uang yang menyebutkan bahwa Ciri umum Rupiah kertas antara lain memuat teks ”DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …”

TENTANG PENGELUARAN UANG RUPIAH
Yuk kita lihat lagi Pasal 11 ayat (3) UU No.7/2011 tentang Mata Uang.
Disini secara jelas disebutkan bahwa Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan Pengeluaran, Pengedaran, dan/atau Pencabutan & Penarikan Uang Rupiah.
Demikian juga dalam Pasal 11 ayat (2) UU No.7/2011 tentang Mata Uang disebutkan bahwa Perencanaan, Pencetakan, dan Pemusnahan uang Rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia yang berkoordinasi dengan Pemerintah.

Kalau dibaca dgn cermat UU No.7/2011 serta sambutan Presiden RI & Gubernur BI pada acara launching uang Rupiah baru Tahun Emisi 2016 di Gedung BI tgl. 19 Des 2016 (bisa dgn mudah dicari di eyang “Google”) mustinya semua issue yg dikemukakan oleh bung Rudy Razi ini dapat ditemukan jawabannya.

Oh ya tentang collateral (jaminan untuk pengeluaran uang, biasanya emas) itu adalah teori moneter era abad 19 ketika belum ada mobil & orang berpindah tempat dgn berjalan kali atau menggunakan Onta, Kuda, dll 😀
Dalam teori & praktek ekonomi moneter skrang sudah tidak ada lagi collateral dalam bentuk emas atau jaminan dalam bentuk benda untuk pengeluaran uang negara manapun (sorry ya ngga dibahas panjang lebar karena ini bisa jadi materi kuliah 1 semester & saya bukan pakarnya) 😀

Terakhir yg Bung Rudy Razi posting adalah tentang Uang Rupiah TE.2016 (atau uang Rupiah NKRI) yg tidak diterima di LN.
Siapa bilang ??? Kalau anda ke Saudi, Hongkong, Singapore, Malaysia (atau negara2 yg banyak WNI nya) silahkan anda datang ke kantor remitansi milik bank umum dari Indonesia di LN (al. BRI, Bank Mandiri, Bank BNI atau BCA) pasti uang Rupiah anda diterima utk ditukar ke mata uang lokal.
Kalau anda bawa ke Money Changer lokal ya mungkin saja belum diterima namun bukan karena uang Rupiah baru NKRI itu tidak sah, melainkan karena MEREKA MUNGKIN BELUM MENGENALI/MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI UANG RUPIAH BARU TAHUN EMISI 2016 TSB (Sosialisasi Ciri2 Keaslian Uang Rupiah TE.2016 ini sedang & terus dikerjakan oleh BI lho).
Saran praktis dari saya, ketika akan ke LN tukarkan uang Rupiah anda ke mata uang lokal negara tujuan anda ke Pedagang Valuta Asing (PVA) Resmi atau bank umum di Indonesia sebelum berangkat.

Terakhir dari saya untuk Bung Rudy Razi juga kepada sobat2 saya warga medsos,
Kita masih ingat jelang pengeluaran uang Rupiah TE.2016 banyak berita hoax ttg uang Rupiah, seperti issue Palu Arit, Uang Rupiah baru dicetak di Pura, Uang Rupiah mirip Yuan, Pahlawan Kafir dll.

Saran saya ya itu sebagaimana judul di atas bacalah sumber informasi yg tepat & bertanyalah kepada yg paham.
Kami Bank Indonesia, maupun saya sebagai pribadi siap menberikan penjelasan & berdiskusi dengan siapapun terkait uang Rupiah (silahkan kirim pesan ke messanger saya).

Mari kita cintai & gunakan Rupiah untuk setiap transaksi di dalam negeri karena CINTA RUPIAH ADALAH BELA NEGARA TANPA SENJATA.

Salam NKRI
Yogyakarta, 18 Juli 2017
(*) Kepala Divisi Penanggulangan Upal
Bank Indonesia
//www.facebook.com/hasiholan.siahaan.39
Catatan : smoga ada sobat saya yg dapat meneruskan posting saya ini ke wallnya Bung Rudy Razi. Terima kasih.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: