Cuitan MS Ka’ban di Twitter, Terkesan NKRI Menuju State Police

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Dalam acara bertema “Mengungkapkan Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019” yang digelar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (14/05), terungkap bahwa pasangan nomor urut 02 mendapat 48.657.483 suara atau 54,91%. Sementara pasangan Jokowi-Maruf berada di angka 44,14 persen atau 39.599.832 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 1,62 persen atau 1.454.975 suara.

Berdasar pemaparan fakta BPN itu, Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menegaskan bahwa secara kasat mata kecurangan sistem hitung KPU terbukti terbuka.

“Setelah pemaparan fakta data kecurangan PEMILU 2019 oleh tim IT BPN di  Hotel Syahid betapa terkupas tuntas kelemahan KPU  kasat mata kecurangan terbukti terbuka. Maka kecurangan apa lagi akan didesign untuk mengalahkan PS08 Presiden RI pilihan rakyat .Tolak sishit curang KPU,” tegas MS Kaban di akun Twitter  @hmskaban.

Menghadapi kecurangan yang terbukti itu MS Kaban menegaskan bahwa kecurangan adalah kemungkaran yang wajib dicegah. Ada yang mencegah kemungkaran itu dengan ‘people power’.

“Kecurangan perhitungan suara pemilih Pemilu 2019 bagian tak terpisahkan dari kemungkaran  wajib dicegah lalu ada yang ingin mencegah kemungkaran dengan people power bukankah itu baik untuk bangsa kenapa di framming makar. Benarkah kita berdemokrasi,” tanya  @hmskaban.

MS Kaban menilai, tuduhan makar menjadi tidak bermakna law enforcement tetapi berwujud I am the law. “Tuduhan Makar menjadi tak bermakna law enforcement berwujud I am the law. Pak Polisi kawan rakyat atau menjadi lawan rakyat. Terkesan Pak Polisi ingin NKRI menuju State Police, hanya terkesan. Amukti Palapa Bhayangkara perkasa,” tulis  @hmskaban.

Saat berpidato dalam simposium ‘Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (14/05), capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan, jangan menakut-nakuti orang apalagi tokoh bangsa dengan tuduhan makar..

“Jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawanya sejak muda, mereka tidak makar, Tyasno tidak makar, Imam Sufaat tidak makar, Sulatin Umar tidak makar, Tedjo Eddy tidak makar, Djoko Santoso tidak makar, Amien Rais tidak makar, kita membela negara dan bangsa Indonesia,” tegas Prabowo. (Gs)

 

sumber : itoday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: