Sketsa News
Home Berita Terkini Dakwah Islam di Jantung Hong Kong

Dakwah Islam di Jantung Hong Kong

Dakwah Islam di Jantung Hong Kong Masjid Kowloon, Islamic Center di kawasan Kowloon, Hong Kong. (CNN Indonesia/Suriyanto)

Sketsanews.com, Hong Kong – Jarum jam menunjukkan pukul 12.00. Sejumlah orang mulai berdatangan memasuki Masjid Kowloon. Sebagian dari mereka langsung menunaikan saat sunah, sebagian lagi hanya duduk beristirahat. Ada yang sekadar bercengkrama, ada juga yang membaca kitab suci, mengisi waktu sebelum zuhur tiba.

Waktu Zuhur di Hong Kong jatuh pada pukul 13.00 waktu setempat. Meski sejam sebelum azan dikumandangkan, sekitar 100 orang sudah memenuhi masjid terbesar di Hong Kong tersebut.

Masjid Kowloon, sesuai namanya, masjid ini terletak di kawasan Kowloon, salah satu pulau utama di Hong Kong sekaligus salah satu kawasan paling sibuk di negara tersebut.

Saya berkesempatan menyambangi masjid yang juga jadi pusat kegiatan muslim Hong Kong atau Islamic Center itu. Di sana saya bertemu dengan sekretaris Komunitas Muslim Hong Kong, Saeed Uddin.

Saeed menuturkan, Masjid Kowloon adalah masjid terbesar dan tertua di Hong Kong.

“Sejarahnya berawal dari kedatangan tentara Inggris dari Pakistan dan Bangladesh,” kata Saeed yang dilansir Jpnn Minggu (3/6).

Tentara dari dua negara tersebut yang kebanyakan muslim kemudian membangun tempat ibadah dan terus berkembang hingga menjadi masjid berlantai empat tersebut.

Tercatat sudah dilakukan beberapa renovasi di masjid ini. Reovasi terakhir pada tahun 2006 lalu untuk menambah beberapa bagian masjid seperti kantor, perpustakaan dan beberapa bagian lain.

Saeed mengatakan di masjid ini umat muslim Hong Kong biasa menyelenggarakan berbagai kegiatan, dari mulai pernikahan, pengajian, dan seminar. Masjid juga memiliki madrasah untuk anak-anak Muslim Hong Kong.

Setiap harinya ratusan jemaah datang untuk menunaikan salat lima waktu. Saat salat Jumat jumlahnya bisa membludak, diperkirakan mencapai 3.500 orang lebih.

Jemaah di Masjid Kowloon. (CNN Indonesia/Suriyanto)

Masjid Kowloon, kata Saeed, menerima siapapun yang berkunjung tanpa memperhatikan suku bangsa. Pengurus yakin, mereka yang datang punya tujuan baik, yakni beribadah menjalankan perintah Sang Khalik.

“Kami tak pernah bertanya Anda siapa, Muslim atau bukan, dari negara mana. Semua boleh berkunjung,” kata Saeed.

Bahkan, kata Saeed, setiap akhir pekan, ada perkumpulan khusus Muslimah asal Indonesia yang menggelar pengajian di Masjid Kowloon. Sayang, kunjungan saya bukan pada akhir pekan sehingga saya tak bisa menemui komunitas Muslimah Indonesia itu.

Namun usai Zuhur saya disapa oleh seorang pria yang mempersilakan duduk di sampingnya agar tidak jatuh saat memakai sepatu. “Silakan mas duduk di sini,” katanya.

Sembari mengucapkan terima kasih, saya memperkenalkan diri. Adi, demikian nama pria itu, mengaku bekerja di kantor perwakilan Telkom di Hong Kong sejak setahun terakhir.

“Masjid ini memang paling ramai, apalagi kalau (salat) Jumat penuh. Tapi enggak kayak di Indonesia sampai ke jalan-jalan,” katanya.

Adi mengatakan jika ingin makan siang setelah salat, beberapa blok dari masjid ada kantin yang khusus menjual makanan halal. Ia menyarankan saya mengunjungi kantin tersebut. Namun sayang, saya tak sempat karena ketatnya jadwal.

Kawasan Kowloon di malam hari. (REUTERS/Bobby Yip)

Kegiatan Ramadan Masjid Kowloon

Seperti kebanyakan masjid, Masjid Kowloon juga punya acara khusus saat bulan suci Ramadan.

Kegiatan dimulai pada siang hari, yakni kajian agama.

Menjelang waktu berbuka, pengurus masjid akan sibuk memasak atau menerima makanan sumbangan jemaah.

“Mulai jam 11 siang kami sudah memasak, menyiapkan makanan, lalu di aula kami menata meja dan kursi,” kata Saeed.

Menu yang disajikan dari yang ringan sampai yang berat. Pengunjung yang datang bisa ribuan orang. Semua boleh datang dan makan bersama.

Usai berbuka bersama, pengunjung akan salat Magrib berjamaah, membaca Alquran, salat Isya lalu salat Terawih.

Bagi yang merantau, beribadah di Masjid Kowloon bisa jadi pelepas rindu akan kampung halaman, karena banyak komunitas pendatang dari berbagai negara yang juga beribadah di sini. Para pekerja dari Indonesia salah satunya.

Soal tengah digencarkannya wisata halal di Hong Kong, Saeed menyambut baik upaya tersebut. Ia bahkan mengajak para turis Muslim di Indonesia untuk tak ragu datang ke Hong Kong.

Sebagai pusat komunitas Muslim, Masjid Kowloon melalui pengurusnya juga terus mendorong pemerintah untuk menambah ketersediaan tempat makan halal.

“Negara ini adalah negara damai, banyak yang bisa dinikmati di sini. Saat ini semakin banyak juga tempat makan halal yang tersedia, jadi jangan ragu untuk datang,” pungkas Saeed.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: