Dalami Kasus Suap Walkot Medan, KPK Periksa 7 Saksi

Sketsanews.com – KPK memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019. Ketujuhnya adalah Kasi Pemeliharaan Jalan Dinas PU Medan Zulfan Haryanto serta enam orang dari unsur swasta masing-masing Irwanta Purba, Olpen Sianipar, Ibnu Harahap, Bernard Marolo Sitohang, Miko Yova Malau, dan Lincoln Rowandi Sirait.

Tujuh saksi tersebut diagendakan diperiksa untuk tiga tersangka, yakni Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin (TDE), Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN), dan Kepala Bagian Protokoler kota Medan Syamsul Fitri Siregar (SFI).

“Hari ini, KPK mengagendakan pemeriksaan tujuh saksi untuk tiga tersangka dalam tindak pidana korupsi suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jumat (22/11).

Pemeriksaan terhadap tujuh saksi tersebut dilakukan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara. Dalam perkara ini, Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin bersama Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansari dan seorang Protokoler Syamsul Fitri Siregar telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan. Ketiganya diduga terbukti melakukan suap proyek dan promosi jabatan di Kota Medan.

Isa Ansyari diduga menyuap Dzulmi Eldin sebesar Rp 330 juta. Uang haram itu disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

Selain itu, Isa juga memberikan uang Rp 250 juta, di mana Rp 200 juta ditransfer dan sisanya secara tunai melalui Syamsul Fitri Siregar. Uang itu diperuntukkan membayar kelebihan dana nonbudget dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli lalu lantaran mengajak keluarga ke Jepang. [OKT]

]]>

Sumber : rmco.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: