Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, News Data Registrasi Kartu SIM Dikabarkan Bocor, Begini Penjelasan Kominfo

Data Registrasi Kartu SIM Dikabarkan Bocor, Begini Penjelasan Kominfo

 

Registrasi kartu SIM

Sketsanews.com, Jakarta – Isu bocornya data pengguna kartu SIM prabayar membuat masyarakat resah. Terkait hal yang mengganggu kenyamanan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan kepastian bahwa data yang ada aman dan terkendali.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M Ramli menyebut bahwa hingga pagi tadi, Rabu (14/3), pukul 07.00 WIB ada sebanyak 351.595.558 kartu sudah teregistrasi. Hal ini tentunya sudah bisa diprediksi akan terdapat lebih dari 360 juta kartu terdaftar.

“Terkait dengan isu kebocoran data penjualan data kepada asing sama sekali tidak benar,” jelasnya di acara Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Rabu (14/3).

Ahmad M Ramli, kemenkominfo

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M Ramli di Jakarta, Rabu (14/3). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Ā “Dengan data yang terus naik menandakan bahwa isu tersebut tidaklah benar. Data sama sekali tidak diutak-atik,” imbuh Ramli.

Dia menerangkan, data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Supil (Dukcapil) sudah dalam kondisi aman dan tidak ada kebocoran data.

“Yang ditemukan di lapangan hanya penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendaftar kartu prabayar. Terkait kasus 50 nomor yang mendaftar menggunakan satu NIK dan KK, kita langsung meminta operator untuk mengintegrasikan nomer itu, langsung diblokir saat itu juga,” tandas Ramli.

Sementara Dirjen kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrullah menambahkan, dari isu yang berkembang di masyarakat ada hikmah yang bisa diambil, yakni masyarakat menjadi lebih sadar terkait kemanan data kependudukannya.

“Terkait kasus 50 nomor melakukan registrasi ulang dengan satu NIK dan KK itu murni penyalahgunaan oleh oknum. Bukan kebocoran data,” jelas Zudan dalam kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan bahwa dari kasus tersebut, setelah Dukcapil melakukan investigasi ditemukan bahwa kasus tersebut terjadi di wilayah Jawa Tengah. “Kemudian dari pengecekan ke data center dan kita lakukan tracking, sama sekali tidak ditemukan kebocoran data. Setelah melakukan cek log dan trafic, alhamdulilah data kita aman,” katanya.

Zudan mengaku data center yang ada pada Dukcapil terdapat pengamanan yang ketat. Sebab memiliki sistem pengaman fisik tiga lapis. “Kita mau masuk saja butuh tiga kali verifikasi fingerprint. Jadi anggapan bahwa data bocor sama sekali tidak benar,” pungkas Zudan.Seperti dikutip dari Jawapos

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: