Dear Andi Arief, Pak SBY Lho yang Minta RI Tuan Rumah Pertemuan IMF-WB

Rapat koordinasi pertemuan tahunan IMF-WB (Foto: Aprilandika Hendra/kumparan)

Sketsanews.com, Jakarta – Pertemuan tahunan IMF-WB atau Annual Meeting IMF-World Bank akan resmi dimulai pada Senin (8/10) besok di kawasan Nusa Dua, Bali. Penyelenggaraan acara internasional itu, tak urung mengundang kritik, antara lain karena biayanya yang mahal.

Kritik itu antara lain muncul dari politisi Partai Demokrat, Andi Arief. Wakil Sekjen partai besutan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, menyebut penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank itu, bertentangan dengan sikap membela wong cilik yang didengungkan pemerintah.
“Ada partai Menjual nama Soekarno. Punya slogan wong cilik. Sekarang terlentang Minta dicumbu IMF,” cuitnya melalui akun twitter @AndiArief_
Namun kritik Andi Arief itu, langsung dipatahkan oleh Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo. Melalui akunnya @prastow, Yustinus menyatakan bahwa inisiatif untuk menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank berasal dari SBY saat masih menjabat Presiden.
“Yang mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meeting adalah pemerintahan Pak @SBYudhoyono September 2014,” tulis Yustinus.
Menteri Keuangan era Pemerintahan SBY, M. Chatib Basri membenarkan informasi dari Yustinus itu. Menurut Dede, sapaan akrab Chatib Basri, pemerintah SBY-lah yang mengajukan diri menjadi tuan rumah.
“Pengajuannya pada September 2014. Prosesnya tidak mudah karena harus bersaing dengan negara-negara lain,” cuit Dede
Dikonfirmasi kumparan soal cuitannya ini, Dede membenarkan. Dia menambahkan, “Teknisnya Bank Indonesia yang mengajukan ke IMF. Karena Bank Indonesia yang merupakan representasi Indonesia di IMF. Tentunya sebelumnya Bank Indonesia dan pemerintah sepakat terlebih dahulu. Setelah itu teknisnya oleh Bank Indonesia,” kata Chatib kepada kumparan, Minggu (7/10)
Mengutip data Kementerian PPN/Bappenas, biaya penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank mencapai Rp 1,1 triliun. Biaya tersebut di luar penyiapan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan acara.
Setelah Lombok diguncang gempa dan kemudian juga bencana di Palu dan Donggala, sempat mencuat tuntutan agar pertemuan ini dibatalkan. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: