Dekat Gedung Pancasila, Kemiskinan di Jakarta Sudah Kelewat Parah

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika menyampaikan sambutan dalam acara yang digagas Rumah Kebangkitan Indonesia, Minggu (7/1). (Evi Arieska/Jawapos.com)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika menyampaikan sambutan dalam acara yang digagas Rumah Kebangkitan Indonesia, Minggu (7/1). (Evi Arieska/Jawapos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sangat miris melihat kondisi kemiskinan di Ibu Kota. Menurutnya, ketimbangan ekonomi di Jakarta sudah kelewat parah.

Dia lantas mencontohkan bagaimana warga sekitar Balai Kota DKI Jakarta, yang notabene tempatnya berkantor, masih banyak yang hidup serba kekurangan.

“Padahal kawasan tersebut dekat dari Gedung pancasila. Tempat Undang-undang negara Indonesia dirumuskan, hanya 1,5 km dari tempat deklarasi sumpah pemuda,” kata Anies di Gedung IS Plaza Jakarta Timur, Minggu (7/1).

“Kami masih menemukan kampung-kampung dengan kemiskinan yang super ekstrem,” lanjut dia.

Anies lantas menceritakan ketika masih menjadi menteri pendidikan, yang mengharuskannya berkeliling ke berbagai daerah. Berbagai macam kemiskinan telah dilihatnya, namun tak ada kemiskinan separah di Jakarta.

“Saya sebelum bertugas (gubernur), di kementerian mengelola sebuah program Indonesia Mengajar. Jadi sudah sempat keliling ke pelosok yang jauh, sudah liat kemiskinan. Tapi di Jakarta, rasanya seperti baru liat kemiskinan. Kenapa? Kemiskinan yang saya lihat di pelosok itu menjadi nothing dibandingkan kemiskinan disini (Jakarta),” ungkapnya.

Kalaupun di pelosok masih banyak yang belum hidup secara layak, hal itu diakuinya sesuatu yang wajar.

Mereka hanya miskin dalam segi udara bersih, lahan dan number daya manusia, tetapi masih mempunyai sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan.

“Tempatnya boleh saja di pulau paling ujung. Tapi ikannya ada, anaknya makan ikan.

Tanahnya available. Sampai disini (Jakarta) miskin dalam kesempitan. Miskin dalam udara kotor, miskin dalam ketidakpastian pekerjaan, miskin dalam ketimpangan yang luar biasa,” tutur Anies.

Kemiskinan ini lah yang harus diselesaikannya selama lima tahun masa kepememimpinanya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Pasalnya, sebagai pemimpin terpilih, dia merasa telah diamanatkan warga Jakarta untuk mengurangi ketimpangan dan ketidakadilan.

Dikutip dari Jawapos, “Saya ajak semua harus merumuskan bahwa perubahan yang pernah dirancang pendiri republik harus jadi kenyataan di kota ini. Menurut saya, ini PR kita. Saya dan bang Sandi dapat amanat dari warga Jakarta untuk membereskan PR-PR penting di kota ini,” pungkasnya.

(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: