Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum, News Densus 88 Melakukan Penggeledahan Secara Tertutup Terhadap Sebuah Gedung di Tasikmalaya

Densus 88 Melakukan Penggeledahan Secara Tertutup Terhadap Sebuah Gedung di Tasikmalaya

Garis polisi terpasang di sekitar Gedung lokasi penggeledahan yang dilakukan Densus 88 di Komplek Ruko HT Sumantri, Jalan Ir Djuanda, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jumat pagi (20/7/2018).

Sketsanews.com, Tasikmalaya – Warga di sekitar lokasi gedung yang digeledah tim Densus 88 Mabes Polri, menilai pengelola gedung di Komplek Ruko HT Sumantri, Jalan Ir Djuanda, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, itu kurang bersosialisasi.

Tim Densus 88 melakukan penggeledahan secara tertutup terhadap sebuah Gedung di Komplek Ruko HT Sumantri, Jalan Ir Djuanda, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jumat pagi (20/7/2018).

Berdasarkan informasi yang didapat Tribun Jabar di lapangan, penggeledahan dilakukan sebagai pengembangan dari ditangkapnya terduga teroris di rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek pada seperti yang dikutip dari Tribunjabar, Kamis (19/7/2018) kemarin.

Diketahui terduga teroris yang berinisial Rrs (50) itu bertempat tinggal di Jalan Mohamad Toha, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Pemilik showroom di samping tempat penggeledahan, di Tasik, Aceng Kusnandar (45) mengatakan Rrs merupakan pengelola gedung di Komplek Ruko HT Sumantri yang digeledah.

Gedung tersebut sering disewakan sebagai tempat resepsi pernikahan tersebut.

Selain pengelola gedung, Rrs juga dikenal sebagai pelatih memanah yang ternyata di dalam gedung yang digeledah tersebut terdapat tempat untuk kursus memanah.

Dia menuturkan, bahwa gedung tersebut sudah sekitar setahun dikelola Rrs.
Menurutnya, Rrs dikenal sebagai pribadi yang jarang bersosialisai.

Meski sempat beberapa kali bertemu, Aceng mengaku tidak pernah mengobrol secara langsung.

“Jika dibanding pengelola sebelumnya yang sering bersosialisasi, Dia itu (Rrs) memang jarang bersosialisasi bahkan dengan saya yang nempel (berdampingan) tempat usahanya (tidak saling kenal),” kata Aceng saat ditemui Tribun Jabar.

Dia menuturkan sesekali melihat Rrs datang ke gedung tersebut, namun tidak melihat gelagat yang mencurigakan.

Kecurigaan Aceng kepada sikap Rrs mulai muncul saat beberapa pegawai di gedung tersebut banyak yang berhenti kerja.

Sosok Rrs dikenal warga sering memakai kaus singlet dan mengenakan celana cingkrang dan mengendarai mobil.

Sebelumnya, dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar kurang lebih dua jam tersebut terlihat beberapa peralatan memanah diamankan petugas.

Sebelum petugas meninggalkan lokasi penggeledahan, terlihat beberapa petugas memasang garis polisi di sekitar gedung tempat yang bercat abu-abu tersebut.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: