Di Sambar Moge Dua Orang Tewas

Korban laka tergeletak dan dua motor rusak pada tabrakan maut di Jalan A Yani Kilometer 2,5 Kecamatan Banjarmasin Timur Kalsel persis traffic light pertigaan Jalan Kuripan.

Korban laka tergeletak dan dua motor rusak pada tabrakan maut di Jalan A Yani Kilometer 2,5 Kecamatan Banjarmasin Timur Kalsel persis traffic light pertigaan Jalan Kuripan.

Sketsanews.com, Banjarmasin -Tabrakan maut terjadi di Jalan A Yani Kilometer 2,5 Kecamatan Banjarmasin Timur Kalsel persis traffic light pertigaan Jalan Kuripan, Ahad (10/2) dini hari sekitar pukul 00.40 WITA.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan motor matic dan motor gede (Moge) itu mengakibatkan tiga orang menjadi korban, namun dua nyawa melayang sedangkan satunya menderita luka parah dan kritis.

Informasi yang didapat di lapangan, sebelumnya Honda Beat DA 6124 SC dikendarai M Kastalani berboncengan dengan Kamilah melaju dari arah luar menuju ke luar kota lagi.

Lalu bermaksud memutar arah di traffic light depan pertigaan Jalan Kuripan, atau Jalan A Yani Km 2,5.

Celakanya, seiring itu pula lampu hijau menyala dan pengendara Moge Ahmad Noval (19) tancap gas dari arah dalam menuju luar kota. Tabrakan pun tak bisa terhindarkan.

Akibat kejadian itu, dua penumpang Honda Beat terpental. Kamila (16), warga Jalan PM Noor, Pelambuan Banjarmasin Barat tewas di tempat kejadian. Kemudian disusul M Kastalani (21), warga Jalan Kelayan A Gang Batur RT 002 RW 001 Banjarmasin Selatan, setelah tiba di IGD RSUD Ulin Banjarmasin.

Sementara joki Moge bernopol DA 3108 AAF yang ikut ambruk atas tabrakan maut tersebut, masih bernyawa. Namun Warga Jalan Bumi Mas Raya Komp Bumi Jaya Rt 010 Rw 001 ini, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin, karena luka parah yang dideritanya.

Dari penuturan seorang warga yang melihat usai kejadian, mengatakan tabrakan yang terjadi sangat keras. “Makanya sampai-sampai motor Beat hancur,” ungkap Dewi.

Menurut dia, Moge sebelumnya melaju setelah mengikuti isyarat lampu hijau. Tapi tiba-tiba Honda Beat yang ditumpangi korban putar haluan, sehingga tabrakan tak bisa terlekan.

“Kalau saya sih sesudah kejadian melihatnya. Tapi berdasarkan informasi tukang parkir, kejadian itu berlangsung saat motor beat mau memutar arah. Tapi dari arah dalam menuju luar kota juga melaju pengendara moge, yang mengikuti isyarat lampu hijau. Hingga kecelakaan pun tak terhindarkan,” kata Dewi.

Kemudian kedua jenazah di RSUD Ulin dijemput pihak keluarga, Minggu (10/2) sekitar pukul 07.15 WITA, untuk dibawa ke rumah duka.

Sebelum kecelakaan maut itu terjadi, padahal baru saja anggota Satlantas Polresta Banjarmasin dipimpin Kasat, Kompol Wibowo melalukan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas dengan memasang spanduk Millenial Road Safety Festival (MRSF), di titik Traffic Light Kota Banjarmasin, Sabtu (9/2).

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan generasi milenial, anak muda/remaja tidak melanggar peraturan. Sebab, kecelakaan terjadi biasanya diawali dari pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara,’’ kata Kompol Wibowo.

Malah, Minggu (10/2) diniharinya terjadi kecelakan lalu lintas (lakalantas) maut itu terjadi.

“Atas kejadian itu masih dalam pemerikan pihak Satlantas Polresta Banjarmasin dengan melakukan olah tempat kejadian perkara saat itu juga,” timpalnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juha membawa motor yang membawa maut dan memintai keterangan sejumlah saksi. (Gs)

 

sumber : kalimantanpost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: