Dibalik Pengangkatan Archandra Tahar Sebagai Wamen ESDM

Presiden Jokowi resmi melantik Iganisius Jonan sebagai Menteri ESDM dan Archandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). (foto:fleble)

Sketsanews.com – Presiden Jokowi resmi melantik Iganisius Jonan sebagai Menteri ESDM dan Archandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). Kementerian ESDM sebelumnya dijabat Plt Luhut Binsar Panjaitan yang merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim.

Presiden Jokowi resmi melantik Iganisius Jonan sebagai Menteri ESDM dan Archandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). (foto:fleble)
Presiden Jokowi resmi melantik Iganisius Jonan sebagai Menteri ESDM dan Archandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). (foto:fleble)

Archandra pernah menjabat sebagai Menteri ESDM dan kemudian diberhentikan dari Menteri ESDM karena masalah kewarganegaraan, para pakar mengatakan kewarganegaraan Archandra bisa kembali melalui naturalisasi dalam waktu lima tahun.

Jika dicermati legalitas status kewarganegaraan Arcandra masih dipertanyakan. Pengangkatan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di tengah masih belum sepenuhnya tuntas persoalan peneguhan kewarganegaraan WNI-nya.

Sikap presiden yang justru membenarkan keputusan Menteri Hukum soal peneguhan status WNI Arcandra Tahar dan tidak melakukan koreksi atas keputusan peneguhan tersebut.

Padahal mekanisme peneguhan bagi seseorang yang pernah kehilangan status WNI tidak diatur dalam UU Kewarganegaraan, tentu menimbulkan kesan bahwa presiden dan menteri hukum tengah melakukan pelanggaran UU Kewarganegaraan.

Tentu publik jadi bertanya-tanya tentang cara Presiden menilai aspek integritas ini, yaitu apakah seseorang yang tidak jujur menerangkan tentang status warga negara AS yang pernah dimilikinya kepada Presiden beberapa waktu lalu masih dapat dikatakan memenuhi kriteria berintegritas.

Keberadaan Arcandra sebagai wakil menteri jelas memberikan bukti adanya ‘pemaksaan’ kepentingan dibalik bisnis tambang dan migas di Indonesia.

(Al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: