Sketsa News
Home Berita Terkini, News Diduga Anggota ISIS oleh Korsel, Masdar Akhirnya Dipulangkan ke Bima

Diduga Anggota ISIS oleh Korsel, Masdar Akhirnya Dipulangkan ke Bima

1427464938

Sketsanews.com – Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Masdar (32) yang sebelumnya ditangkap pihak kepolisian Korea Selatan lantaran diduga terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dipulangkan ke Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/7).

Ia sempat diinterogasi Anggota Densus 88 Mabes Polri dan Polresta Denpasar, namun hasilnya tak terbukti terlibat jaringan teroris tersebut.

Masdar rencana akan dipulangkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat menggunakan pesawat Wings Air dengan kode penerbangan IW-1962. Menurut informasi dari kepolisian, saat ini Masdar tengah berada di ruang keberangkatan domestik Bandara Internasional Ngurah Rai, Balim tepatnya, di gate 3 ruang keberangkatan domestik.

Pesawat yang ditumpangi Masdar berangkat pukul 19.20 Wita. Sebelumnya, setibanya di Bali dini hari tadi, Masdar langsung dibawa ke Mapolresta Denpasar guna menjalani interogasi setelah sebelumnya dibawa ke Kantor Imigrasi.

Di Mapolresta, interogasi terhadap Masdar dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 dengan ditemani anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar.

Masdar sempat menjalani interogasi sejak pagi hingga siang hari di Gedung Satreskrim Polresta Denpasar. Dari hasil interogasi, tidak ditemukan indikasi bahwa Masdar terlibat kelompok ISIS. Yang bersangkutan dideportasi dari Korea Selatan ke Indonesia lantaran tersandung masalah penyalahgunaan visa.

Usai menjalani interogasi, Masdar kemudian dipulangkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Bandara Ngurah Rai pada Rabu (13/7) sekitar pukul 15.00 Wita.

“Kita mendampingi juga saat interogasi terhadap terduga. Tapi karena dari hasil interogasi tidak terbukti bahwa terduga terlibat dalam kelompok radikal maka yang bersangkutan akhirnya dipulangkan ke Lombok dengan pesawat Lion Air,” jelas Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, Rabu (13/7).

Hadi mengatakan, keberadaan dia di Korea Selatan sebagai TKI sebenarnya legal tapi karena memang ada masalah visa maka dia dideportasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang warga negara Indonesia (WNI), masing-masing bernama Masdar (32), Harianto Sunardi (29), dan Safaat Elvy (44), ditangkap pihak kepolisian Korea Selatan lantaran diduga terlibat jaringan ISIS, pada Minggu (25/6) lalu. Usai ditangkap dan menjalani pemeriksaan intensif, ketiganya lantas dideportasi kembali ke tanah air.

(ab/beritasatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: