Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum, News Diduga Terkait Terorisme, Tiga Warga Blitar Ditangkap Densus 88

Diduga Terkait Terorisme, Tiga Warga Blitar Ditangkap Densus 88

Anggota Polres Tasikmalaya Kota berjaga saat penggeledahan di rumah terduga teroris di kawasan Aboh, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 29 Mei 2018. Densus 88 mengamankan anak panah, golok besar, senapan angin, buku berisi jihad, dan dokumen serta laptop dari satu rumah pribadi dan dua rumah kontrakan warga berinisial GL, DD, dan AJ, yang terduga terlibat jaringan teroris. Tempo/Foto

Sketsanews.com, Blitar – Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Mabes Polri menangkap tiga warga Blitar di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Rabu malam, 13 Juni 2018. Tiga orang itu diduga terkait jaringan terorisme.

Kepala Lingkungan Bajang, Kecamatan Talun, Mislan mengatakan polisi mengamankan seorang dokter berinisial NH yang mengontrak rumah milik Nanang, seorang pengusaha pupuk. “Kontrak (rumah) sekitar tiga tahun. Namun, keluarga di sini tertutup,” kata dia di Blitar pada Rabu malam.

Mislan mengaku tidak terlalu akrab dengan pemilik rumah. Namun dirinya merasa curiga dengan aktivitas di rumah itu. Sejak sepekan sebelumnya, personel dari TNI dan Polri sering datang ke rumahnya menanyakan aktivitas dan riwayat pemilik rumah kontrakan tersebut. “Jadi, sebelum kejadian ini satu pekan ada koramil dan polisi tanya, tentang bagaimana orang yang mengontrak rumah itu, tanya juga orangnya ada atau tidak,” kata dia.

Mislan makin terkejut setelah tim Densus 88 datang ke rumah tersebut. Ia tidak menduga, penghuni rumah akan terkait dengan perkara hukum. “Saya kaget dengan kejadian ini. Tapi, sebelumnya ada petugas yang sudah tanya, ternyata ini. Jadi, saya hanya memantau saja,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Talun Imam Harimiadi mengatakan keseharian penghuni rumah itu memang tertutup. Selain jarang bergaul dengan tetangga, penghuni rumah selalu menutup pintu rumahnya.

“Kalau keseharian kami kurang tahu, sebab pintu tertutup. Pernah ada kegiatan, tapi eksklusif sekali, tidak untuk masyarakat umum, tidak bisa sembarangan masuk” kata Imam. Seperti Mislan, Imam juga mengakui sebelumnya memang ada petugas dari TNI dan Polri yang datang untuk meminta informasi penghuni rumah dan aktivitas di rumah tersebut.

Adapun selain NH, Densus 88 menangkap dua orang lain, yaitu SZ dan AN. Tim Densus 88 juga sempat melakukan penggeledahan di rumah yang dikontrak oleh NH yang diketahui membuka praktik pengobatan bekam.

Proses penggeledahan dilakukan tim dengan penjagaan ketat dari Kepolisian Resor Blitar. Di rumah itu kini telah dipasang garis polisi dan penjagaan masih dilakukan. Hingga kini, ketiganya masih diamankan di Mapolres Blitar untuk proses hukum lebih lanjut, seperti yang dikutip dari Tempo.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: