Dimasukkan di Trailer Panas di Texas, 9 Korban Perdagangan Manusia Tewas

Truk trailer pengangkut para korban pedagangan manusia di Texas. Sembilan korban ditemukan tewas di bak trailer yang panas pada Minggu (23/7/2017). Foto/REUTERS/Ray Whitehouse

Truk trailer pengangkut para korban pedagangan manusia di Texas. Sembilan korban ditemukan tewas di bak trailer yang panas pada Minggu (23/7/2017). Foto/REUTERS/Ray Whitehouse

Sketsanews.com, San Antonio — Sedikitnya sembilan orang tewas di dalam truk trailer yang panas di lokasi parkir Walmart di Texas, Amerika Serikat (AS), pada hari Minggu. Menurut polisi setempat, mereka yang tewas adalah korban perdagangan manusia yang diselundupkan.

Selain sembilan orang tewas, hampir 20 orang lainnya diselamatkan dalam kondisi mengerikan. Banyak di antara mereka mengalami dehidrasi dan sengatan panas yang ekstrem.

Para korban luka telah dirawat di rumah sakit. ”Kami melihat kejahatan perdagangan manusia,” kata kepala polisi setempat, William McManus. Dia menyebutnya ”tragedi mengerikan”.

Menurut McManus, kebanyakan korban berusia 20 dan 30-an tahun. Ada juga dua orang yang seusia anak sekolah.

Pihak berwenang awalnya dihubungi untuk datang ke tempat parkir Walmart di San Antonio pada Sabtu malam atau Minggu dini hari waktu setempat.

Mereka menemukan delapan orang tewas di dalam truk. Menurut juru bicara Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) AS, Liz Johnson, seorang lagi yang merupakan korban kesembilan, meninggal di rumah sakit.

“Para korban sangat panas saat disentuh. Jadi, orang-orang ini ada di trailer,” kata Kepala Pemadam Kebakaran San Antonio, Charles Hood, seperti dilansir The Guardian, Senin (24/7/2017).

Direktur ICE Thomas Homan mengatakan, berdasarkan wawancara awal dengan korban selamat dari tragedi itu, lebih dari 100 orang diduga telah dimasukkan ke bak belakang truk trailer roda 18. Sebagian besar telah melarikan diri.

Beberapa korban selamat mengatakan kepada pihak berwenang bahwa mereka berasal dari Meksiko.

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: