Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Ditinggal Mudik Warganya, Volume Sampah Jakarta Turun 80%

Ditinggal Mudik Warganya, Volume Sampah Jakarta Turun 80%

Tumpukan sampah di Jakarta. ( Foto: Antara )
Tumpukan sampah di Jakarta. ( Foto: Antara )

Sketsanews.com, Jakarta – Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Isnawa Adji mengatakan jumlah volume sampah warga Jakarta yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi saat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah mengalami penurunan.

Pada pada H-1, total sampah mencapai 7.781 ton dengan 1.434 rit truk sampah. Lalu pada hari pertama Lebaran, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang berkurang 83,5 persen menjadi 1.286 ton dengan 326 rit truk sampah dan pada H+1 Idulfitri 2.060 ton dengan 409 rit truk sampah.

“Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, volume sampah menurun saat pra dan pascaLebaran, namun tahun ini terjadi sedikit perubahan pola,” kata Isnawa, Senin (18/6), dilansir dari beritasatu.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, sampah menurun sejak saat dimulainya cuti bersama atau beberapa hari menjelang Lebaran. Namun tahun ini, sampah pada H-1 ternyata masih tetap tinggi.

“Hal ini terjadi karena kami sebelumnya telah menginstruksikan kepada para supir truk sampah untuk mengosongkan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di seluruh wilayah Jakarta jelang hari raya,” terangnya.

Isnawa melanjutkan, strategi ini dilakukan agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur hari H dan H+1 lebaran. Selain itu agar kondisi lingkungan sekitar TPST tetap nyaman, tidak berbau menyengat, serta menghindari berkembangnya lalat dan vektor penyakit lainnya.

“Sampah jika lebih dari tiga hari berdiam di TPS sudah mulai membusuk dan membuat tidak nyaman lingkungan. Kita menghindari itu,” ujarnya.

Pada saat ini, kata Isnawa, warga Jakarta masih banyak yang melakukan mudik dan libur Lebaran. Diperkirakan puncak peningkatan tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7 hingga H+10, setelah cuti Lebaran usai.

Dinas Lingkungan Hidup, lanjutnya, sudah melakukan antisipasi peningkatan tonase tersebut. Pada saat tukang-tukang gerobak yang sempat mudik telah kembali bertugas, maka akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah masing-masing rumah warga mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami sudah mengantisipasi peningkatan tersebut. H+7 sampai dengan H+10 operasional pengangkutan sampah akan sangat optimal,” ungkapnya.

TPST Bantargebang tempat diprosesnya sampah Jakarta pun, tetap beroperasi 24 jam selama libur dan cuti bersama Idul Fitri 1439 H. Sebanyak 300 personel ditugaskan piket di tempat pengelolaan sampah TPST Bantargebang.

“Per hari ini dwelling time atau waktu truk sampah mengantre, menimbang sampah, dan menurunkan sampah sampah di sana di bawah 1 jam. Ini salah satu indikator pengelolaan TPST Bantargebang tetap normal,” paparnya.

Berdasarkan data Dinas Kebersihan, rata-rata per hari berat sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang pada kondisi normal berkisar 7.000- 8.000 ton per hari dengan 1.300 – 1.400 rit truk sampah. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: