DPR: Penegakan Hukum di Negara Ini Tak Becus Kalau Jaksa Agungnya Prasetyo!

Jaksa Agung, M Prasetyo

Jaksa Agung, M Prasetyo

Sketsanews.com, Jakarta – Komisi III DPR, menyesalkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama yang hanya menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan.

Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi’i, mengatakan tuntutan terhadap Ahok terlalu rendah. Padahal masyarakat ingin Ahok dipenjara selama-lamanya lima tahun sesuai ancaman hukum dalam Pasal 156a yang didakwakan kepada Ahok.

“Kalau ada yang beranggapan bahwa dia belum mendustakan agama, ini adalah pandangan yang sangat keliru. Karena yang dilakukan Ahok bukan hanya di Pulau Seribu. Ia bahkan sudah mengatakan lagi akan membuat WIFI untuk DKI dengan nama Almaidah 51 dengan password kafir,” ucap Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Syafi’i bahkan mengkhawatirkan bila vonis terhadap Ahok nantinya terlalu ringan akan menyakiti keadilan masyarakat Indonesia. “Jadi kalau hukuman yang begitu ringan terhadap saudara Ahok ini sangat menghinakan dan menistakan keadilan di Indonesia,” tegas Syafi’i.

Politikus Partai Gerindra itu menduga rendahnya tuntutan terhadap Ahok tak lepas dari peran Jaksa Agung, M Prasetyo. Seperti diketahui, Prasetyo merupakan kader Partai Nasional Demokrat, di mana partai yang dipimpin Surya Paloh itu turut mengusung Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI Jakarta.

“Dari dulu saya bilang penegakan hukum di negara ini tidak becus kalau Jaksa Agungnya Prasetyo gitu loh,” sebut Syafi’i sebagaimana dikutip dari Okezone.

“Bagaimana mungkin independensi keadilan dalam hukum tegak kalau jaksanya merupakan kader partai,” tandasnya.

(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: