Sketsa News
 
Home News #DroneEmprit : Bagi-bagi Sembako

#DroneEmprit : Bagi-bagi Sembako

BAGI-BAGI SEMBAKO DI MONAS

Oleh : Ismail Fahmi

Sketsanews.com – Weekend kemaren ada dua event besar di Jakarta. Hari Sabtu di Monas, ada acara bagi-bagi sembako oleh Forum Untukmu Indonesia; lalu hari MInggunya ada CFD dimana massa dengan kaos #2019GantiPresiden tumpek blek. Kedua acara ini bisa dibilang tidak happy ending citranya. Acara di Monas dinodai oleh lautan sampah dan taman yang rusak, serta massa yang kepanasan, kelaparan, ada yang pingsan, dan anak yang hilang. Sedangkan acara di CFD rusak citranya karena adanya intimidasi dari sebagian peserta #2019GantiPresiden kepada ibu dan anak yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja.

Nah, sekarang kita lihat dulu acara “Pesta Rakyat” di Monas dari kacamata Drone Emprit. Di postingan berikutnya baru kita lihat acara di CFD itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DATA

Kita gunakan kata kunci “monas” dan “forum untukmu indonesia” dari tanggal 28-29 April 2018. Dalam periode ini didapat 15K percakapan, dengan trend yang terus naik. Tanggal 30 April kemungkinan masih tinggi.

SNA

Pemetaan warganet yang terlibat percakapan itu menggunakan SNA, menampilkan dua buah cluster yang sangat tidak imbang. Satu cluster sangat besar, mendominasi percakapan; ini cluster oposisi. Cluster satunya sangat kecil; biasanya ini cluster pro pemerintah.

Kecilnya cluster pro menandakan mereka tidak tertarik untuk membahas soal acara di monas itu.

CLUSTER DAN NARASI

Key opinion leader yang ada di cluster pro tidak banyak yang muncul. Dari sebagian yang muncul, hampir semua menyuarakan narasi yang sama. Yaitu, kekacauan di acara bagi-bagi sembako di Monas itu adalah karena kebijakan Anies yang membuka Monas untuk acara publik, dan menuding acara ini disponsori atau diprakarsai oleh Pemprov DKI.

Sementara itu, cluster oposisi banyak meretweet penjelasan dari Pemprov DKI yang menunjukkan bukti berupa surat keterangan dari panitia Forum Untukmu Indonesia bahwa Pemprov DKI tidak bertanggung jawab dan tidak terlibat dalam acara ini.

Cluster ini juga membahas opini Seword yang menyalahkan Anies, gara2 kebijakannya terjadi lautan sampah di Monas. Selain menyoroti lautan sampah, cluster ini juga menyoroti adanya simbol agama tertentu dalam poster yang dibawa anak-anak berkeliling area taman Monas, isi nasi kotak yang berupa nasi dan dua potong nugget, dan profesionalitas penyelenggara.

CLOSING

Acara di Monas ini kalau dilihat dari penyelengaranya, acaranya, dan peserta yang diundang hadir, sebenarnya bisa menjadi isu yang sensitif. Namun saya lihat pembahasan di media sosial ada kecenderungan dari cluster oposisi untuk tidak menjadikan isu agama sebagai sentral. Mereka mencoba menghindari isu ini. Dan ini bagus, karena kalau masuk ke isu identitas lebih merugikan bagi bangsa.

Ini yang perlu menjadi renungan, sekaligus melihat cermin kondisi masyarakat kita saat ini. Mengapa setiap ada acara bagi-bagi sembako animo publik begitu besar?

Apakah mereka sedang kesulitan ekonomi? Apakah sembako untuk beberapa hari saja itu sudah sangat berharga bagi mereka, sehingga mereka rela antri dalam panasnya lapangan Monas? Apakah bagi-bagi sembako adalah solusi bijak untuk menolong mereka?

Kejadian ini harusnya jadi bahan gagasan buat disampaikan ke publik bagi capres yang akan tampil di balik hestek #2019GantiPresiden, dan bahan untuk menunjukkan kinerja selama ini dari #DiaSibukKerja. Bagaimana mereka punya gagasan untuk mengentaskan kemiskinan, atau apa yang sudah dikerjakan oleh mereka dalam kesibukan bekerja mengentaskan kemiskinan selama ini?

 

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: