Dua Penadah Barang Gelap Digelandang Polisi dengan BB 97 HP

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Kasat Reskrim Polres Makota AKP Komang Yogi Arya Wiguna didampingi Kasubbag Humas Ipda Ni Made Seruni Marhaeni dan anggota kepolisian menunjukkan barang bukti dan dua tersangka penadah barang curian, serta dua pelaku penggelapan mobil. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Dua warga Kabupaten Malang dibekuk Sat Reskrim Polres Malang Kota (Makota). Pelaku atas nama Ismulyono (31) warga Kecamatan Wonosari, serta Khoirudin (84) warga Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang itu dibekuk Poliso lantaran menjadi penadah barang gelap.

Ismulyono, diduga menjadi penadah barang elektronik berupa Hand Phone. Dari tangan tersangka,petugas menemukan barang bukti HP sebanyak 97 unit HP dengan berbagai merk yang tidak dilengkapi dwngan dosbook dan bukti kwitansi.

Kasat Reskrim Polres Makota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi terkait transaksi barang yang diduga hasil curian.

“Saat itu sekitar tanggal 28 November 2018, tersangka melakukan transaksi barang curian di kawasan Rusun Buring, Kedungkandang, Kota Malang,” kata Komang, Rabu (8/1).

Ia melanjutkan, barang yang dijual itu, terdeteksi dari hasil kejahatan perampasan di Jl. Mayjen Panjaitan, Kecamatan Lowokwaru, (26/11/18) lalu.

“Hasil pemeriksaan tersangka mengakui jika barang tersebut merupakan hasil dari kejahatan sebelumnya. Setelah dikembangkan, ditemukan 97 HP di rumah tersangka, tanpa dilengkapi kelengkapan kepemilikan atau bodongl”, imbuh Komang.

Dijelaskan, bahwa puluhan HP itu akan dijual dengan beragam harga, serta dengan ditukar tambah.

Sementara itu, dari tersangka Khoirudin, petugas menemukan sejumlah barang elektronik berupa TV, dan Laptop yang merupakan hasil kejahatan.

Khoirudin berhasil digelandang Polisi lantaran adanya laporan dari masyarakat soap adanya penyimpanan barang hasil curian. Berbekal informasi itu, Polisi langsung bergerak mengamankan tersangka beserta beberapa barang bukti kejahatan.

“Kepada para tersangka, poloso menjerat dengan pasal 363 KUHP jo 480 KUHP tentang tindak pidana pertolongan jahat dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim.

Kepada masyarakat, Polisi menghimbau agar bagi yang merasa mengalami kasus pencurian harap segera menghubungi Polresta Malang dengan membawa bukti kepemilikan dan kelengkapan barang. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: