Duet dengan PDIP berlanjut ke Pilpres, Demokrat: Sangat Mungkin

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan (Foto: Grandyos Zafna)

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan (Foto: Grandyos Zafna)

Sketsanews.com, Jakarta – Partai Demokrat dan PDIP berkoalisi mengusung pasangan cagub-cawagub di Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan menyebut tak menutup kemungkinan kemesraan itu akan kembali terjadi di Pilpres 2019.

“Saya itu berkomunikasi dengan semua Sekjen partai tidak hanya dengan PDIP, yang lain juga berkomunikasi, karena realitas politik adalah bekomunikasi. Apakah bergandengan tangan kemesraaan ini nanti 2019 sangat mungkin terjadi, komunikasi yang kami lakukan termasuk ini adalah bagian dari itu semua,” kata Hinca, di Wisma Proklamasi 41, Jl Proklamasi, Minggu (7/1/2018).

“Jadi dengan partai politik lain kita harus bergandeng gangan karena tidak bisa sendirian,” sambungnya.

Pada Pilkada 2018 ini, Hinca mengaku menjalin komunikasi intensif dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Keputusan koalisi untuk Jawa Tengah dan Kalimantan Barat pun terjadi karena komunikasi intens kedua Hinca dan Hasto.

“Teman-teman sekalian saya sebagai Sekjen komunikasi dengan intens tadi malam dengan Sekjen PDIP pak Hasto sahabat saya. Kami bicara banyak kami diskusi banyak selesaikan dengan Pilkada ini gimana kami bisa bersama, gimana kami bisa saling berkompetisi, demikian juga berkaitan dengan lain-lain karena itu tadi malam sebelum kami bicara tentang Jateng kami bicara lebih dahulu Kalbar,” kata Hinca.

Ia mencontohkan selama 10 tahun PDIP dan Demokrat telah berkoalisi di Kalbar sehingga dalam Pilkada ini duet kedua parpol itu kembali dilanjutkan. Berkaca dengan pengalaman 10 tahun berkoalisi, keduanya memutuskan untuk melanjutkan lagi berduet di Kalbar.

Dikutip dari detikcom, “Berdasarkan pengalaman itu kami sepakat tadi malam untuk lanjutkan kemesraan itu karena itulah Gubernurnya calonnya bu Karolin dari PDIP dan wakilnya adalah pak Gidot dari DPD partai Demokrat kalbar. Bersama dengan itu kami diskusi lagi dimana bisa bersama,” ungkapnya.

Dalam sambungan teleponnya kemarin malam, Hinca dan Hasto juga mendiskusikan soal Pilkada Jateng yang akhirnya kedua pihak memutuskan untuk berkoalisi. Ia menyebut Demokrat bisa saja berkoalisi dengan partai mana pun.

“Kami putuskan lagi bersama bahwa Demokrat bersama dengan PDIP di Jateng karena itu kami mendukung saudara Ganjar dengan pasangannya untuk di Jateng secara bersama-sama ini sekaligus membuktikan untuk semua masyarakat luas Demokrat bisa berkerjasama dengan siapa saja, parpol mana saja termasuk PDIP. Begitu ceritanya itu tadi malam setengah 9 malam,”

Seperti diketahui Demokrat berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Jateng mengusung Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Contoh lainnya di Pilgub Kalbar Demokrat dan PDIP mengusung pasangan Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot.

(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: