Duma Rusia Sahkan RUU, Izinkan Pemerintah Sematkan Label Agen Asing

Sketsanews.com – Majelis rendah parlemen Rusia, Duma Negara, Kamis (22/11) dengan suara mayoritas mengesahkan legislasi yang akan memungkinkan pemerintah melabeli jurnalis, blogger dan pengguna media sosial sebagai agen-agen asing.

Legislasi itu, yang masih menunggu persetujuan Dewan Federasi, majelis tinggi di parlemen, dan tanda tangan Presiden Vladimir Putin untuk menjadikannya undang-undang, memperluas peraturan mengenai “agen asing” yang telah ada sekarang ini, yang menarget media asing dan LSM Rusia tertentu.

Suasana sidang majelis rendah parlemen Rusia, State Duma, di Moskow, Russia, 27 September 2018. (Foto: dok).
Suasana sidang majelis rendah parlemen Rusia, State Duma, di Moskow, Russia, 27 September 2018. (Foto: dok).

Undang-undang itu dikritik berbagai organisasi HAM karena bersifat sangat membatasi tetapi dipuji para pendukung setia Kremlin yang menganggapnya penting untuk melindungi kedaulatan Rusia.

Berdasarkan versi baru yang diperluas, restriksi itu kini dapat diberlakukan terhadap jurnalis dan orang-orang yang bekerja untuk organisasi-organisasi media yang ditetapkan sebagai agen-agen asing oleh Kementerian Kehakiman Rusia.

Undang-undang baru itu akan mewajibkan mereka yang bekerja bagi media yang dicurigai untuk melabeli materi mereka yang dipublikasikan sebagai “buatan agen asing” dan secara pribadi menyerahkannya untuk diaudit secara regular dan kemudian diinspeksi pekerjaan dan keuangan mereka.

Pegawai dan kontraktor Voice of America, Radio Free Europe/Radio Liberty dan beberapa proyek mitra afiliasi – seperti Current Time TV – tampaknya akan menjadi sasaran utama legislasi baru itu.

Media-media yang didanai pemerintah AS itu sekarang ini adalah satu-satunya yang masuk daftar hitam media agen asing Departemen Kehakiman Rusia yang dibuat pada tahun 2017.

Namun, mengingat ketidakjelasan definisinya, cap agen asing juga dapat ditetapkan pada individu-individu yang mendistribusikan konten media yang dicurigai – suatu langkah yang dapat berdampak signifikan bagi dunia blog dan media sosial Rusia, keduanya banyak dianggap sebagai panggung terbuka untuk perdebatan politik. [uh/lt]

Sumber : VOAI

2019-11-22 23:03:42

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: