Ekstasi Berbahan Semen Putih Beredar

thinkstock

thinkstock

Sketsanews.com – Kebodohan para pengguna narkoba dimanfaatkan bandar licik. Di Jambi, Chandra dan Sulaiman, dua bandar narkoba, menggunakan semen putih untuk membuat pil ekstasi. “Mereka mencampur bahan baku ekstasi, semen putih, dan obat penurun panas. Di rumah mereka di Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, kami menyita 106 ekstasi hasil oplosan,” kata Kapolda Jambi Brigjen Yazid Fanani, Senin (27/2). Kedua pelaku diketahui memiliki jaringan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Jambi.

Mereka bisa menjual ekstasi palsu itu Rp400 ribu per butir. Di Solok Selatan, Sumatra Barat, polisi menangkap empat pengedar ganja yang masih satu keluarga. Mereka terdiri atas abang dan tiga adiknya. “Mereka ditangkap dari sebuah rumah di Jorong Rawang, Nagari Pasia Talang Selatan, Kecamatan Sungai Pagu. Dari tangan mereka disita 1,2 kilogram ganja,” ujar Kapolsek Sungai Pagu, Iptu Agustinus Pigay. Kemarin, Polres Sleman juga menangkap KS, 51, nenek lima cucu yang memiliki 0,5 gram sabu.

“Dia mengaku sering menggunakan sabu. Ia membeli putus dengan pembayaran transfer Rp1,2 juta untuk setiap gram sabu,” papar Kasat Narkoba Polres Sleman, AK Rony Are Setia. Di Medan, Sumatra Utara, tim Kodam I/Bukit Barisan yang melakukan penertiban rumah dinas di Jalan HM Said, menemukan sabu dan alat isap di salah satu rumah. Penghuni rumah, Awaluddin, 48, mengaku benda itu milik istrinya.

Tim kemudian menyerahkan pria itu ke BNN Provinsi Sumatra Utara. Warga di sekitar lokasi menyatakan rumah itu kerap didatangi orang dari luar lingkungan tersebut. Dalam kasus yang sama, Mukhlis, Kepala Desa Blang Ramboeng, Banda Alam, Aceh Timur, tewas ditembak petugas karena diduga jadi pengedar sabu. Kemarin, Forum Kepala Desa Aceh Timur memprotes kasus itu. “Kami ingin kasus ini diperiksa ulang. Kenapa polisi langsung main tembak dan tidak melakukan proses hukum yang adil,” ujar Ketua Forum, Mustafa Arani. Dilansir dari Mediaindonesia
(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: