Fadli Zon Sebut Koopsussgab Hamburkan Uang Negara

Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Sketsanews.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, pelibatan komando operasi khusus gabungan (Koopsussgab) dalam menindak aksi terorisme hanya membuang anggaran negara. Menurutnya, pelibatan TNI sudah cukup yang nantinya diatur di Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

“Kalau menurut saya sih tidak perlu. Karena sudah ada mekanismenya. Termasuk nanti di dalam undang-undang itu kan diatur mekanismenya pelibatan TNI. Pelibatan TNI nya bagaimana kan sudah ada jalan keluarnya, nanti tergantung kepada Perpres,” katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (21/5).

Politikus Geeindra ini juga tak yakin tim koopsussgab dapat memberantas terorisme.

“Ya sekarang saya tanya gunanya apa? Kalau begitu banyak institusi tapi kemudian terorisme juga terjadi. Gunanya apa? Accountabilitynya gimana? Ini kan hanya ngabis ngabisin anggaran saja. Begitu banyak institusi-institusi pemberantasan terorisme, tetapi terorisme ada saja gitu,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah hanya perlu menguatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sebab semua unsur aparat negara terdapat dalam tubuh BNPT. BNPT juga dapat menjadi wadahnya.

“Seharusnya BNPT kan sudah ada. BNPT ini kan di situ ada polisi, TNI, ada semua pihak, intelijen, itu kan dimaksudkan untuk badan koordinasinya kan. Karena TNI punya sendiri pasukan elite yang bagus bagus itu ya, seperti Kopassus yang sudah terlatih atau Paskhas atau Denjaka gitu ya. Tetapi polisi juga punya Densus dan sebagainya. BIN juga saya kira ada satuannya,” ucap Fadli.

“BNPT ini harusnya jadi wadah koordinasinya. Jadi harusnya BNPT yang diperkuat. Nggak perlu ada institusi institusi baru. Karena institusi ini akan overlap siapa yang bertanggung jawab. Jadi ini yang menurut saya harus getting institution right. Institusi institusi ini harus tepat. Jangan kebanyakan institusi tapi kerjanya overlap,” tandasnya. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: