Sketsa News
Home Opini Fahri Hamzah, Bukan Singa Parlemen Biasa

Fahri Hamzah, Bukan Singa Parlemen Biasa

Sketsanews.com – Fahri Hamzah bukan politisi pandai basa basi khas kebanyakan gaya politisi saat ini.

 

Narasinya dalam dan langsung menyentuh inti persoalan bangsa, hanya yang paham ilmu beliau yang ngerti kapasitas beliau.

Nothing to lose, tapi sosoknya sangat ditakuti rezim model pencitraan seperti sekarang, dia dibenci kiri kanan.

Fahri Hamzah bukan aktivis kemarin sore yang suka larut dalam heroisme semu tapi dangkal ilmu.

Fahri Hamzah tipikal politisi to the point khas politisi negara negara maju lainnya didunia, wajar suka tidak nyambung sama yang belum baligh.

Dia tau kapan berbicara dan kapan diam, tapi karena negeri ini sedang amburadul, memaksa beliau terus berbicara.

Dia bukan S3 Jepang atau Jerman, bukan juga S3 Arab saudi maupun mesir, tapi hanya S1 jurusan ekonomi di dalam negeri.

Namun kapasitasnya tidak diragukan sama sekali, cara dia berpikir beda dengan cara berpikir politisi indonesia rata rata.

Fahri Hamzah sudah membuktikan bahwa dirinya memang dibutuhkan negeri ini, dia bukan wakil rakyat yang baru siuman ke senayan, sudah berperiode periode dia dipercaya rakyat yang diwakilinya.

Bukan wakil rakyat biasa, karena suara rakyat yang dititipkan ke dia juga bukan jumlah suara yang biasa biasa saja.

Secara politik dan legitimasi, kursi Fahri Hamzah adalah salah satu kursi paling legitimate diantara 500 an kursi kawan kawannya yang lain di senayan.

Keberpihakannya kepada umat islam dalam setiap isu sudah teruji, mulai melawan kesewenang wenangan KPK, vokal ke rezim SBY dan Jokowi sampai berani mengusir pimpinan KPK dari ruangan sidang.

Fahri Hamzah bukan politisi yang ikut apa kata media dan tekanan opini publik, walaupun tekanan itu sangat kuat.

Mulai dari aksi 411 sampai seterusnya dia selalu berusaha hadir bersama umat dalam aksi parlemen jalanan, betapapun sibuknya, bahkan sampai hari ini dalam acara reuni massa aksi 212.

Bahkan dalam aksi 411 dia lah yang berpidato dan menjelaskan kepada rakyat bagaimana cara menggulingkan presiden, tema khusus hanya bagi politisi yang punya nyali.

Sampai sampai dia dilaporkan ke polisi oleh pendukung sang presiden tersindir tersebut, nyali Fahri tidak pernah ciut.

Berbagai tuduhan dan fitnah mengarah kedia, konsekuensi dari ke vokalan nya, tapi dia tetap tegar sebagai tokoh yang teguh, dia salah satu aktor utama penggulingan soeharto, dia mahasiswa abadi sejarah dan dia sadar beban dipundaknya itu.

Tulisan ini bukan untuk kultus individu, hanya ajakan membuka mata dan membersihkan hati.

Bahwa benar negeri ini butuh sosok seperti Fahri.

Bahwa benar parlemen kita kebanyakan diisi oleh oknum miskin narasi yang hanya punya pandangan sempit, sesempit periuk nasi.

Bahwa benar sekarang bukan zamannya lagi politisi nyengir dan asik selfie, bukan juga zaman lagi aktivis terjebak dalam heroisme tanpa isi.

by Tengku Zulkifli Usman

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: