Fahri Minta Sandiaga Awasi Keluarnya Rp73 Triliun dari Pemerintah

Fahri Hamzah Foto : istimewa

Fahri Hamzah Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta kubu Prabowo-Sandi agar turut mengawasi aliran dana yang diberikan oleh Pemerintah kepada rakyat. Fahri mengatakan, dalam waktu dekat, pemerintah akan menggelontorkan dana desa senilai Rp73 triliun di mana menurut Fahri, jumlah ini dinilai di luar kebiasaan.

Di hadapan Sandiaga, Fahri berharap agar kubu Prabowo-Sandi ikut mengawasi dana ini. Jangan sampai dana ini disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan penguasa yang saat ini sedang menjadi kandidat capres.

“Ini terkait saya di DPR, ada satu soal yang agak rawan, pemerintah ini baru-baru mengumumkan belanja yang eksesif terhadap program kerakyatan kita. Tahu maksudnya, ada Rp73 triliun dana desa, dan ini perlu diwarning,” kata Fahri Hamzah saat diskusi bertema ‘2019, Adios Jokowi?’ di Seknas Prabowo-Sandiaga di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 9 Januari 2019.

Ada persiapan dana desa yang cukup besar jumlahnya dan cair pada saat mendekati pemilihan presiden. Dana desa tersebut, rencananya akan diberikan ke 73 ribu desa di Indonesia.

Selain dana desa, ada dana-dana lainnya yang akan mengalir ke rakyat pada saat tahun politik seperti ini. Selain dana desa, ada dana bansos yang jumlahnya Rp 34 triliun termasuk dana PKH, dan jumlah ini, kata Fahri, merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah.

Fahri sebagai wakil rakyat, merasa memiliki kewajiban untuk mengingatkan agar dana tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik penguasa. Dia juga meminta Prabowo-Sandi untuk turut mengawasi dan memberitahukan kepada rakyat, bahwa apa yang diberikan itu memang hak rakyat dan tidak ada hubungannya dengan calon petahana.

“Ada juga dana kelurahan. Lalu ada dana macam-macam yang intinya untuk mengaktifasi rakyat bawah, ada juga yang bentuknya mungkin cash. Saya DPR berkepentingan melihat satu pertarungan yang benar, maka saya ingin Prabowo-Sandi sampaikan ke publik, ini tak ada hubungannya ke Incumbent,” ujarnya, dikutip dari viva.

Fahri menginginkan proses pemilu berjalan jujur dan adil. Jangan sampai ada calon yang memanfaatkan fasilitas negara untuk mendongkrak elektabilitas.

“Ada proses aliran uang yang puncaknya Februari sampai April, yang berbentuk uang yang publik enggak paham itu hak dia. Sebab kita ingin pemilu jurdil dan terbuka. Saya hanya ingin menyampaikan itu di depan Pak Wapres,” kata Fahri dihadapan Sandiaga. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: