[Foto] Pembunuh Wartawan Muhammadiyah TV

M Nurhadi tersangka pembunuh Dufi dibawa dari Polda Metro Jaya, Rabu (21/11/2018) Foto: Isal Mawardi-detikcom

Sketsanews.com – Pelaku pembunuhan Abdullah Fihtri Setiawan alias Dufi ditangkap polisi saat berada menunggu motornya selesai dicuci sembari menyeruput kopi di tempat pencucian motor daerah Pedurenan, Mustika Jaya, Bantargebang, Selasa (20/11/2018).

“Ketika ditangkap pelaku lagi asyik main ponsel sama minum kopi. Motornya sudah mau selesai dicuci lagi dilap. Tiba-tiba ramai datang sejumlah polisi berpakaian preman menangkap pelaku,” kata Nesan saat ditemui Warta Kota, Rabu (21/11/2018).

 

 

BERITA FOTO: Penampakan Terkini Pembunuh Dufi Usai Ditangkap Polisi | Warta Kota – Tribunnews.com

Nesan mengatakan, saat penangkapan ada sekitar tujuh mobil di kedua arah mengepung lokasi cucian motornya.

“Ada tujuh mobil, polisi keluar langsung tangkap pelaku. Tidak ada perlawan pelaku hanya bilang ‘Salah saya apa pak, salah saya apa pak berulang kali ke polisi’,” jelasnya.

Nesan mengatakan, penangkapan Nurhadi, pelaku pembunuh Dufi, terjadi begitu cepat, hanya sekitar 15 menit.

“Cepat banget, saya dan anak dan karyawan cuci motor pada kaget ada apa ini. Pelaku ditangkap langsung dimasukkan ke dalam mobil,” kata Nesan.

 

Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap saat Ngopi dan Main Ponsel di Tempat Pencucian Motor | Tribunnews.com

Nesan mengatakan, pelaku pembunuhan itu datang ke lokasi cucian motor sekitar pukul 12.30 WIB, dan memakai sepeda motor sport berwarna biru.

“Itu (pelaku) baru pertama cuci motor di sini. Saya dan warga sini juga engga pada kenal. Bukan warga sini. Saya juga kaget baru tahu ternyata kemarin yang dibawa polisi pelaku pembunuhan yang jenazahnya dimasukkan ke dalam drum,” paparnya.

Facebook Dufi Abdullah/Dokumen Polres Bogor | Foto serambinews.com di 5 Fakta Pelaku Pembunuh Dufi, Curiga Sudah Buntuti hingga Curi Barang Korban,

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: