Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan FSGI Minta Kemendibud Beri Pelatihan Guru Keterampilan

FSGI Minta Kemendibud Beri Pelatihan Guru Keterampilan

Sejumlah pelajar saat akan memulai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2).

Sketsanews.com Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bisa memberikan pelatihan kepada para guru agar mampu memberikan pelajaran dengan menerapkan High Order Thinking Skills (HOTS). Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah dalam meningkatkan level kecerdasan siswa.

“Adakan pelatihan guru secara intensif dan berkelanjutan terkait pembelajaran berpikir kritis (HOTS), misalnya dengan pelatihan pembuatan soal cerita HOTS,” kata Satriawan melalui Republika.co.id, Ahad (15/4).

Satriawan mengatakan, dengan pelatihan yang lebih awal diajarkan kepada para guru pengajar baik di tingkat sekolah menengah atas (SMA/MA), diharap para guru bisa menerapkan ilmu tersebut kepada para siswa. Ke depan setelah siswa diajarkan ilmu-ilmu yang mengacu pada HOTS barulah mereka bisa diberikan ujian nasional dengan level tersebut. Sehingga dalam ujian nasional berbasi komputer (UNBK) secara bertahap mesti mengurangi soal LOTS digantikan dengan soal HOTS. Tidak secara tiba-tiba langsung banyak soal kategori HOTS.

Sementara tanpa ada pembelajaran kepada pengajar, Kemendikbud harus membuat susunan dan komposisi soal UNBK dengan mengikuti kaidah soal yang baik diantaranya proporsional untuk soal sulit, sedang, mudah, kemudian cakupan materi dan banyak soal setiap materi sesuai kisi-kisi dan simulasi. Soal dengan kesulitan yang bertingkat disesuaikan dengan tingkat pemenuhan standar pendidikan yang dicapai sekolah.

Dalam UNBK tahun ini banyak siswa yang mengeluh bahwa apa yang dipelajari tidak sesuai dengan apa yang diujiankan. Hal tersebut karena Kemendikbud menerapkan soal dengan tingkat HOTS yang sebenarnya belum sesuai untuk siswa di Indonesia.

Kesulitan para siswa menjawab soal soal UNBK Matematika khususnya, diakibatkan oleh ketidaksamaan soal yang keluar dengan kisi-kisi soal dan try out yang sudah dilakukan berkali-kali sebelum UNBK. Salim menjelaksan, keterampilan berpikir HOTS mestinya bukan dititik beratkan di akhir pembelajaran siswa ketika mereka harus dihadapkan dengan soal ujian ketika UNBK, melainkan bahwa berpikir tingkat tinggi (Higher order thinking skill) itu lebih ditunjukkan ke dalam proses pembelajaran selama tiga tahun di sekolah.

Jika ingin para siswa kita berpikir pada level HOTS, guru pun harus menampilkan proses pembelajaran yang HOTS pula di dalam kelas (sekolah). Sebab akan percuma ketika soal ujian berada di level tinggi, tetapi proses pembelajaran siswa tidak pernah menyentuh kemampuan berpikir kritis, evaluatif dan kreatif.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: