Gegara Pemilihan Presiden Mahasiswa Jadi Tawuran di Universitas Kanjuruhan Kota Malang

Camat Sukun Kota Malang, Widi Eka Wirawan saat mendatangi Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA) Kota Malang pasca terjadinya bentrokan antar mahasiswa pada Sabtu (11/1/2020). 

Camat Sukun Kota Malang, Widi Eka Wirawan saat mendatangi Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA) Kota Malang pasca terjadinya bentrokan antar mahasiswa pada Sabtu (11/1/2020). 

Sketsanews.comSUKUN – Tawuran antar mahasiswa di Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA) Kota Malang diduga karena pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma), Sabtu (11/1).

Camat Sukun Kota Malang, Widi Eka Wirawan saat mendatangi Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA) Kota Malang pasca terjadinya bentrokan antar mahasiswa pada Sabtu (11/1/2020). 
Camat Sukun Kota Malang, Widi Eka Wirawan saat mendatangi Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA) Kota Malang pasca terjadinya bentrokan antar mahasiswa pada Sabtu (11/1/2020). 

Dari informasi yang SURYAMALANG.COM dapatkan, tawuran tersebut melibatkan kubu pasangan calon nomor urut 1 dengan kubu pasangan calon nomor urut 3.

Kubu pasangan calon nomor urut 3 merasa tidak terima atas kekalahan tersebut.

Dikarenakan, terjadi perbandingan tipis perolehan suara yang telah mereka dapatkan.

Dari hasil pemilihan tersebut pasangan calon nomor urut 1 berhasil memenangkan perhitungan suara presiden Persma dengan memperoleh 678 perolehan suara.

Pasangan calon nomor urut 2 memperoleh 535 suara dan pasangan calon nomor urut 3 memperoleh 617 suara.

“Ada yang tidak terima dari hasil pemilihan Presma yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kampus. Sehingga terjadi bentrokan,” ujar Radi, mahasiswa fakultas PGSD UNIKAMA.

Dia menyampaikan, bahwa pemilihan Presma telah di gelar pada Kamis (9/1/2020) .

Dari hasil tersebut, kata dia sudah ada pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil perolehan suara.

Apalagi juga ada dugaan bahwa pihak kampus melakukan intervensi terhadap KPU Kampus.

“Tawuran ini sebenarnya tidak akan terjadi apabila pihak kampus tidak mengulur-ulur waktu penetapan calon Presma,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Humas Unikama, Retno Wulandari membenarkan bahwa terjadi permasalahan yang berhubungan dengan pemilihan Presma.

Dia menjelaskan, bahwa permasalahan itu terjadi hanya karena ada yang tidak puas dengan hasil pemilihan

Akan tetapi, pihaknya belum memberikan komentar banyak terkait dengan tawuran yang melibatkan mahasiswanya itu.

“Iya ini masalah Presma dan ada yang tidak puas dengan hasil pemilihan,” singkatnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM.

Sedangkan Kapolsek Sukun, AKP Suyoto menjelaskan, bahwa pihaknya bersama TNI telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Hal itu dilakukan atas permintaan dari pihak kampus yang meminta untuk dilakukan penjagaan.

“Iya tadi kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan penjagaaan dan pemantauan di lokasi,” ucapnya.

Ketegangan akhirnya berakhir, setelah petugas meminta para mahasiswa untuk membubarkan diri pada pukul 16:00 WIB.

“Jadi kami hanya memantau saja. Apabila ada tindakan kriminal ataupun pengerusakan pasti akan kami amankan. Tadi hanya saling lempar saja sebelum mereka kami minta untuk membubarkan diri,” tandasnya.

Sumber : suryamalang | Kronologi & Penyebab Tawuran Mahasiswa di Universitas Kanjuruhan Kota Malang – Surya Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: