Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News, Peristiwa Geger Harta Karun Sriwijaya, Warga Temukan Cincin-Uang Emas

Geger Harta Karun Sriwijaya, Warga Temukan Cincin-Uang Emas

Foto: Harta karun Sriwijaya (agusa)

Sketsanews.com, Palembang – Bermodalkan alat pengayak pasir, masyarakat di tepian Sungai Musi mulai berburu harta karun. Mereka yakin manik-manik kuno itu merupakan bekas kerajaan Sriwijaya dan memiliki nilai jual tinggi.

Pencarian harta karun kerajaan Sriwijaya yang telah berumur ratusan tahun itu kini mejadi mata pencaharian tambahan. Bahkan dalam setiap hari mereka dapat mengantongi uang hingga jutaan rupiah.

Perburuan harta karun sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Mulai dari mahkota, kendi, emas hingga uang belanda turut ditemukan di sungai Sekanak yang merupakan anak sungai Musi ini.

Salah seorang warga, Luci (30) mengaku masyarakat mulai berburu harta karun di sungai Sekanak yang telah direvitalisasi ini sejak Juli lalu. Warga awalnya hanya iseng-iseng dan mendapat emas hingga cicin permata.

“Awalnya hanya iseng-iseng main di sini, tiba-tiba dapat emas di tanah kerukan alat berat. Besoknya ramai yang berburu dan dapatnya juga banyak, seperti kendi, keris, emas dan uang tahun 1846-1982,” kata Luci, dikutip dari detik, Rabu (12/9/2018)

Tidak hanya itu, Luci menyebut ada pula pemburu harta karun yang menemukan koin berlogo mahkota di masa Kerajaan Sriwijaya. Koin dihargai mahal oleh para kolektor barang antik.

“Lumayan mahal ya, sampai jutaan kalau untuk yang koin Sriwijaya. Tetapi banyak juga dapat emas dan bisa beli motor dua,” imbuh Luci sembari menunjukkan emas lebur 0,5 gram yang dia temukan hari ini.

“Untuk emas biasanya untung-untungan, kadang dapat kadang enggak. Tapi pasti dapat benda-benda antik dan punya nilai jual tinggi. Serendah-rendahnya ya dapat rongsokkan yang bisa di jual,” kata Luci.

Untuk hari ini, Luci hanya berburu harta karun bersama kedua rekannya. Namun sore hari dapat dipastikan akan banyak masyarakat yang datang. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: