Gerindra: #2019tambahistri Jadi Bukti Viralnya #2019GantiPresiden

Kaus #2019tambahistri (Akun Facebook Forum Poligami Indonesia)

Sketsanews.com, Jakarta – Kelas poligami nasional menyertakan #2019tambahistri. Tagar semacam itu lebih dulu digunakan di ranah politis, yakni #2019GantiPresiden. Apa hubungan keduanya?

Salah satu penggawa #2019GantiPresiden, yakni anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade, menilai itu adalah bukti bahwa upaya politiknya sudah berhasil merasuki pikiran masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa #2019GantiPresiden sudah masuk di kepala, benak, dan hati masyarakat Indonesia, sehingga segala seseuatu dihubung-hubungkan dengan #2019GantiPresiden,” kata Andre kepada detikcom, Jumat (20/7/2018).

Andre memahami penyelenggara kelas poligami itu berusaha menjadikan kegiatannya sama viralnya dengan #2019GantiPresiden. Ini merupakan siasat pemasaran yang lumrah.

“Saya pikir ini adalah strategi marketing Forum Poligami Indonesia (penyelenggara kelas poligami nasional), agar gerakan tagar itu menjadi populer juga,” kata Andre.

“Ya nggak ada hubungannya lah,” jawab Andre.

Dilansir dari Detik, sebagai pendukung #2019GantiPresiden, Andre tak mempermasalahkan penggunaan #2019tambahistri. Dia menghormati upaya warga untuk menggunakan tagar semacam itu.

“Terserah masyarakat mau meniru atau mau apa. Itu hak masyarakat,” kata Andre.

Andre sendiri menilai urusan poligami merupakan urusan masing-masing individu. Apakah ada hubungan antara #2019GantiPresiden dengan #2019tambahistri ?

Sebelumnya, pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial dengan menampilkan sejumlah pembicara yang bakal mengisi kelas itu. Para pembicara disebut sebagai praktisi poligami.

Dalam pengumuman itu, tertulis kelas poligami akan digelar di Jakarta pada Minggu, 29 Juli 2018, dan tertera tulisan ‘Forum Poligami Indonesia.com’ dengan jargon ‘memperbaiki dan mengupayakan’.

Diakses detikcom, situs Forum Poligami Indonesia menginformasikan rencana acara yang sama, yakni soal kelas poligami, yang akan digelar di Jakarta pada 29 Juli 2018. Ternyata di situ tertulis kelas poligami nasional tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga di enam kota lain di Indonesia.

(Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: