Guru Perlu Siapkan Siswa Hadapi Revolusi Industri 4.0

Para pengurus dan anggota Federasi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (FGTIK) berfoto bersama seusai rakernas.

Sketsanews.com, Jakarta – Federasi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (FGTIK) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) dan workshop. Kegiatan tersebut diadakan di Jakarta, 6-7 Oktober 2018.

“Rakernas dihadiri oleh pengurus dan perwakilan daerah Federasi Guru TIK dan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) Nasional di Indonesia,” kata Ketua Federasi Guru TIK dan KKPI Nasional, Firman Oktora, seperti yang dikutip dari Republika, Selasa (9/10).

Ia menambahkan, selain raker, juga sekaligus diselenggarakan Workshop Guru TIK yang bertema “Dinamika Kebijakan Pelajaran TIK/Informatika di Era revolusi Industri 4.0 dan Peningkatan Kompetensi Guru tiK pada Pembelajaran Abad 21”.

Workshop tersebut menampilkan nara sumber Dr Awaludin Tjalla (kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan); Dr Inggriani Liem (Bebras/Tim TOKI), Yohan Adi SKom (Guru TIK/Praktisi STEM), dan Andri Wahyu Pradhana SPd (guru TIK/Penggiat Media Pembelajaran).

Firman Oktora dalam sambutannya mengatakan, guru TIK perlu terus meningkatkan wawasan dan kompetensinya. Hal itu penting agar mereka agar dapat melakukan pembelajaran abad 21 yang menarik dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa.

Oleh karena itu, FGTIK memprogramkan peningkatan kompetensi guru TIK melalui kegiatan seminar, workshop, dan pelatihan. “Guru TIK seyogyanya dapat menyiapkan siswanya menghadapi revolusi industri 4.0. Mereka perlu membekali siswa dengan penguatan pendidikan karakter, literasi dan kompetensi Critical Thinking Skill, Creativity, Communication, Collaboration and Computational Thinking,” ujar Firman Oktora.

“Pembelajaran TIK dan Informatika sangat strategis untuk kita sampaikan kepada siswa agar mereka siap menghadapi tantangan tersebut,” lanjut Firman Oktora. “Kami senantiasa berupaya terus bersinergi dengan kemdikbud terkait rancangan muatan TIK dan pelajaran Informatika yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi di sekolah,” pungkas Firman Oktora yang juga aktif di tim pengembangan kurikulum.

Kepala Puskurbuk Kemdikbud, Awaludin Tjalla mengemukakan tentang perjalanan regulasi dan persiapan rancangan muatan TIK dan pelajaran Informatika. “Pada dasarnya kurikulum yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, perlu pengkajian secara berkelanjutan,” tutur Tjalla.

Selanjutnya Yohan dan Andri secara panel memaparkan tentang praktik pembelajaran STEM (Sains Technology Engineering and Mathematic) dan Pembelajaran Abad 21. Pada paparannya, Yohan menjelaskan tentang penerapan pembelajaran STEM di sekolah. “Dengan STEM ini guru TIK dapat berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya, juga bersama-sama dengan siswa,” kata Yohan.

Sementara itu narasumber dari Tim Pengembang Kurikulum TIK dan Informatika, Inggriani Liem atau yang dikenal dengan Ibu Inge ini dalam paparannya menjelaskan tentang konsep muatan TIK dan pelajaran Informatika.

“Para siswa perlu dibekali cara berpikir yang baik sebagai pondasi mereka dalam belajar dan dalam kehidupan sehari-hari. Muatan TIK dan pelajaran Informatika kita siapkan untuk membangun hal tersebut,” ujar Inge.

Kegiatan Rapat Kerja Nasional Guru TIK tahun 2018 berjalan lancar dan sukses. “Kami akan tidak lanjuti hasil Rakernas dan workshop dengan Diseminasi di daerah masing-masing”, kata Darsono, guru TIK dari Malang, Jawa Timur.

Dalam kegiatan Rakernas ini pula dilakukan penggalangan dana FGTIKKNAS Peduli untuk daerah Palu dan sekitarnya. “Alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp 6.118.000,” kata Firman Oktara.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: