Hadapi Perkembangan Teknologi, Guru TK Dituntut Berinovasi

Anak dibiasakan belajar teratur serta akrab dengan guru. (Istimewa)

Anak dibiasakan belajar teratur serta akrab dengan guru. (Istimewa)

Sketsanews.com, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi mendorong guru Raudhatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-Kanak (TK) untuk aktif membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi informasi. Langkah itu dilakukan agar anak-anak menjadi generasi yang cerdas secara otak, spiritual, dan bugar secara fisik.

“Para guru RA dituntut memiliki kreatifitas dan inovasi yang bagus dalam menghadapi perkembangan teknologi,” kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di salah satu hotel di Jalan Selabintana Kota Sukabumi, Jumat (8/3/2019).

Fahmi membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Rakerda Kita Tingkatkan IGRA sebagai Organisasi yang Mandiri, Profesional, dan Bermartabat”.

Dia menerangkan, rakerda ke-IV IGRA jadi momentum untuk bagaimana mengokohkan para guru RA. Terutama membuat desain melakukan belajar mengajar dengan baik dan terus berinovasi.

Upaya ini, kata Fahmi, diperlukan karena adanya kekhawatiran terkait adanya percepatan pembangunan insfrastruktur dan transportasi seperti jalan tol, kereta double trek dan lapangan terbang di Sukabumi.

Harapannya, kata dia, anak-anak mampu menyerap ilmu dengan mudah dan menyenangkan serta mendapatkan pondasi agama yang kuat. Hal ini juga akan mendukung pencapaian visi misi Kota Sukabumi yakni mewujudkan masyarakat yang religius, nyaman, dan sejahtera (Renyah).

“Saya memiliki harapan besar ke IGRA dalam melakukan kolaborasi pembangunan,” ujar dia.

Menurut Fahmi, peningkatan kualitas guru adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Sebabnya, pendidikan agama merupakan investasi terbesar untuk anak-anak. Dan peran tersebut salah satunya dijalankan guru yang tergabung dalam IGRA, di mana guru harus berperan aktif membangun intelektual, kecerdasan, dan kebugaran fisik. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: