Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik Hadiri May Day, Prabowo Tandatangani 10 Kontrak Politik Dengan Buruh

Hadiri May Day, Prabowo Tandatangani 10 Kontrak Politik Dengan Buruh

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menandatangani kontrak politik dengan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia . (yendhi)

Sketsanews.com, Jakarta – Hadiri acara deklarasi dukungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendandatangani kontrak politik dengan buruh. Ada sepuluh poin yang menjadi tuntutan kaum pekerja ini.

Menurut Prabowo, kontrak politik tersebut hasil dari pertemuan dirinya dengan pimpinan serikat buruh Indonesia, dalam hal ini KSPI. Sepuluh poin yang tertuang dalam perjanjian tersebut akan dia laksanakan jika terpilih menjadi presiden pada 2019.

“Saya telah pelajari dan saya melihat bahwa 10 tuntutan tersebut justru adalah bagian dari perjuangan saya sebagai pimpinan salah satu gerakan yang inti gerakan tersebut adalah membela golongan yang lemah golongan yang miskin dan golongan yang tertindas. Dan hari ini saya mendapat kehormatan untuk tandatangan di hadapan saudara-saudara sekalian diantara diri saya sebagai calon presiden dan pemimpin-pemimpin kalian yang telah menyampaikan aspirasi kalian kepada saya,” kata Prabowo di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018).

Sebagai pihak pertama jika terpilih menjadi presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 maka Prabowo mengaku siap melaksanakan kebijakan dan program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya bagi pekerja.

Adapun Sepultura (Sepuluh Tuntutan Rakyat) yang menjadi kontrak politik Prabowo dengan buruh, yakni:

1. meningkatkan daya beli pekerja buruh dan masyarakat serta meningkatkan upah minimum pekerja buruh dan masyarakat dengan cara mencabut peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2015 dan menambah jumlah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak yang menjadi dasar penetapan upah minimum dari 60 KHL menjadi 84 KHL. Dasarkan rundingan tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan perwakilan para buruh.

2. Revisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015 berupa besaran iuran dan manfaat bulanan yang diterima oleh pekerja buruh minimal 60% dari upah.

3. menjalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan sistem asuransi yang adil bagi pekerja buruh honorer dan masyarakat yang kurang mampu.

4. Stop perbudakan modern berkedok outsourcing honorer dan pemagangan.
5. menciptakan lapangan pekerjaan dan mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing yang merugikan Buruh Indonesia.

6. mengangkat guru honorer dan tenaga tenaga honorer K2 menjadi aparatur sipil negara dan memberlakukan upah minimum bagi honorer non kategori dan guru swasta Madrasah dan yayasan

7. Melaksanakan Wajib Belajar 12 tahun dan mengalokasikan APBN untuk beasiswa anak pekerja buruh hingga perguruan tinggi secara gratis bagi yang berbakat dan berprestasi.

8. Menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu, memberikan kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai alat transportasi umum dan menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek online atau perjanjian kerja bersama.

9. Menyiapkan perumahan murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dengan uang muka 0%.

10. Dan pendapatan pajak dan tax ratio melalui reformasi perpajakan yang berpihak kepada pekerja buruh dan rakyat tidak mampu serta menjadikan koperasi Badan Usaha Milik Negara daerah sebagai sumber penguatan ekonomi nasional serta menghasilkan Bumi Air dan kekayaan didalamnya dikuasai kembali oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Pihak kedua mewakili konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Organisasi Serikat Pekerja organisasi buruh pekerja honor pedagang kaki lima dan organisasi Gerakan sosial lainnya berjanji mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 dan karenanya pihak kedua bersungguh-sungguh mengkonsolidasikan kekuatan organisasi dan seluruh anggotanya untuk memenangkan Prabowo Subianto Republik Indonesia 2019-2024 melalui kampanye.

Dikutip dari Poskota, “Demikian perjanjian ini dibuat untuk dijalankan oleh para pihak secara bertanggung jawab pihak pertama calon Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 Prabowo Subianto,” tegas Prabowo dilanjutkan penandatanganan Sepultura. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: